search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gempa 6,2 SR Guncang Majene, Kantor Gubernur Sulbar Ambruk

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 15 Januari 2021 10:00
DAMPAK GEMPA. Kantor Gubernur Sulbar di Mamuju ambruk akibat gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,2 (Skala Richter/SR) mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 WITA tadi. foto: istimewa
DAMPAK GEMPA. Kantor Gubernur Sulbar di Mamuju ambruk akibat gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,2 (Skala Richter/SR) mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 WITA tadi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAJENE – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,2 (Skala Richter/SR) mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) pukul 02.28 WITA tadi.

Gempa ini menimbulkan korban jiwa dan kerusakan bangunan. Bahkan, berdampak ke ibu kota Sulbar di Mamuju. Kantor Gubernur Sulbar ambruk akibat musibah ini.

Gedung Gubernur Sulbar pasca gempa tampak ambruk tak tersisa. Puing-puing gedung tampak berserakan.

Hal yang sama juga terjadi di Hotel Maleo. Aliran listrik hingga kini masih padam di Kabupaten Mamuju, ibu kota Sulbar.

Data sementara yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah ada laporan 3 korban meninggal dunia. Dan 24 korban luka, sisanya ribuan warga kini mengungsi.

“Laporan BPBD Mamuju, korban meninggal dunia tiga orang dan luka-luka 24 (orang). Sebanyak 2.000 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam siaran pers.

Raditya menjelaskan, bangunan Hotel Maleo dan Kantor Gubernur Sulawesi Barat yang berada di wilayah Kabupaten Mamuju mengalami kerusakan berat akibat gempa yang pusatnya berada di sekitar 6 Kilometer (Km) arah timur laut Majene.

Di Majene, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), gempa memicu tanah longsor di tiga titik di sepanjang poros jalan Majene-Mamuju sehingga menyebabkan akses terputus dan mengakibatkan kerusakan 62 rumah rusak, satu puskesmas, dan bangunan Kantor Danramil Malunda.

BPBD sudah mendata dan mengevakuasi warga yang terdampak bencana serta mendirikan tempat pengungsian.

Menurut laporan BPBD korban bencana membutuhkan bantuan pangan pokok, selimut, tikar, tenda, terpal, serta pelayanan medis. Menurut pantauan BMKG, gempa di Majene guncangannya dirasakan di daerah Majene dan Mamuju pada skala IV-V MMI serta Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa pada skala III MMI.

Pada skala III MMI getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu.

Pada skala IV MMI getaran gempa pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Getaran pada skala V MMI dirasakan hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar bergoyang.

Diketahui Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa M 6,2 di Majene terjadi pukul 02.28 WITA, Jumat (15/1/2021). (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top