PLUZ.ID, MAKASSAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulsel menargetkan 20 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel, Prof DR Andi Ihsan MKes, mengakui, Sulsel memiliki atlet excellent atau pilihan, yang memiliki kemampuan bisa mempersembahkan medali emas kelak.
“Belajar dari pencapaian kontingen Sulsel pada PON XIX Jawa Barat 2016 lalu yang hanya menempati ranking ke-12, maka pada PON XX tahun ini KONI Sulsel berkomitmen minimal akan masuk ranking 10 dengan target perolehan 20 medali emas,” ujar Andi Ihsan pada pembukaan tutorial atau bimbingan kelas kepada atlet yang akan berlaga pada PON XX Papua 2021 di Ruangan Bimpres Kantor KONI Sulsel, Jl Sultan Hasanuddin, Kota Makassar, Jumat (22/1/2021).
KONI Sulsel sendiri untuk kesekian kalinya melaksanakan tutorial atau bimbingan kelas kepada atlet yang akan berlaga pada PON XX Papua 2021.
Kali ini, kegiatan tes fisik dan kesehatan diikuti atlet dari 30 cabang olahraga yang akan tampil pada PON Papua.
Tutorial ini digelar selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (22-24/1/2021) di Ruangan Bimpres Kantor KONI Sulsel, Jl Sultan Hasanuddin, Kota Makassar.
Bimbingan kelas ini dipandu empat pengurus KONI Sulsel, yakni Wakil Ketua Umum III Bidang Pembinaan dan Prestasi Prof DR Muzakkir SH MH, Sekretaris Umum KONI Sulsel DR Addien, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel Prof DR H Andi Ihsan MKes serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Sulsel Drs Syamsuddin Umar MSi.
Yang membedakan dari tutorial sebelumnya, tutorial kali ini dilaksanakan secara komunikatif layaknya orang sedang menjalani ujian meja di kampus. Dimana perwakilan cabang olahraga, seperti pelatih, asisten pelatih, dan mekanik berdialog dengan keempat pembimbing tersebut terkait hasil analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan prediksi medali yang bisa didulang pada pertandingan PON XX yang rencananya dilaksanakan di Provinsi Papua, Oktober tahun ini.
Wakil Ketua Umum III KONI Sulsel, Prof DR Muzakkir SH MH, mengungkapkan, hasil analisa SWOT dari hasil tes fisik dan tes kesehatan ratusan atlet Desember 2019 lalu, menjadi pedoman bagi pembimbing untuk melakukan evaluasi bagi pelatih dalam menyiapkan atlet yang berkualitas.
“Dari hasil tutorial ini, segala kelebihan dan kekurangan atlet maupun pelatih selama dalam latihan didiskuaikan bersama dengan perwakilan cabang olahraga lalu dicarikan jalan keluar,” ujarnya.
Dimana pari pertama tutorial, 30 cabang olahraga mengikuti bimbingan, satu per satu cabang olahraga yang hadir mengikuti bimbingan kelas dengan suasana santai dan berdialog dengan keempat pembimbing KONI sambil mendengarkan secara seksama hasil analisis SWOT atas atletnya yang telah menjalani tes fisik dan tes kesehatan.
Dalam catatan hasil analisis SWOT KONI terdapat 17 atlet dari berbagai cabang olahraga yang masuk kategori excelent.
Atlet tersebut diberi catatan khusus oleh pembimbing kepada pelatih agar mereka dibina lebih serius dan tidak menyamakan kualitas latihan dengan atlet kategori lain seperti baik, cukup, sedang, dan kurang. (***)