search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tidak Semua Siswa di Makassar Ikut Asesmen Nasional

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 11 Februari 2021 23:00
Kaswadi. foto: anas/pluz.id
Kaswadi. foto: anas/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) 2021 ditunda hingga September. Namun, sejumlah sekolah di Kota Makassar sudah mulai melakukan persiapan. Tidak hanya infrastruktur, tetapi kesiapan peserta didik dan guru.

Kepala SMPN 3 Makassar, Kaswadi, mengatakan, asesmen hanya diberikan pada pertengahan jenjang pendidikan. Khusus SMP, asesmen akan diikuti siswa kelas delapan.

“Itu pun tidak semua siswa ikut asesmen. Jadi hanya disampel saja tiap sekolah, itu pun Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) yang tentukan bukan sekolah,” kata Kaswadi, Kamis (11/2/2021).

Kaswadi menjelaskan, asesmen nasional bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Sebab, asesmen diberikan sebagai acuan untuk mengevaluasi sistem pembelajaran di sekolah.

Berbeda dengan Ujian Nasional (UN) yang memang sasarannya hanya sebagai penentu kelulusan siswa. Sehingga asesmen tidak bisa menjadi pengganti UN. Terlebih, objek, subjek dan tujuan pelaksanaan kedua kegiatan ini jelas tidak sama.

“Asesmen ini tidak menentukan lulus tidaknya seorang siswa, tapi untuk mengukur kualitas pendidikan baik di sekolah maupun secara nasional,” ucapnya.

Kaswadi mengatakan, karena itu disebutkan dalam asesmen nasional, ada tiga kompenen yang menjadi poin penting. Diantaranya, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karakter, dan survei lingkungan.

“Siswa itu hanya dijadikan sampel, itupun nanti ada survei yang lain, yairu survei karakter dan survei lingkungan sekolah. Bahkan guru pun juga akan ada pertanyaan yang berikan kepadanya,” papar Kaswadi.

Kepala SD Kompleks Sambung Jawa, Fahmawati, juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, khusus di tingkat SD hanya siswa kelas lima yang ikut asesmen.
“Dan itu disampel, tidak semua ikut,” singkatnya.

Fahma menjelaskan, asesmen diberikan untuk menganalisis kemampuan sekolah dalam menerapkan sistem pembelajaran.

Dia mencontohkan, survei lingkungan yang menjadi salah satu kompenen asesmen nasional ditetapkan untuk melihat efektivitas sekolah. Sehingga tidak hanya diikuti oleh siswa tetapi juga guru hingga kepala sekolah.

“Setelah asesmen pemerintah akan mengeluarkan hasilnya, dan itu menjadi rujukan untuk membuat perencanaan untuk membenahi sekolah tersebut,” ungkap Fahma.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Irwan Bangsawan, menyebutkan, selain berkoordinasi dengan Kemendikbud, rencana pelaksanaan asesmen nasional ini, juga sudah disosialisasikan kepada guru-guru di sekolah.

“Kita sudah sosialisasikan, karena asesmen ini diikuti anak didik kita bukan pada kelas enam SD ataupun tiga SMP tapi kelas lima SD dan kelas SMP,” bebernya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top