search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Realisasi Pajak Makassar, Hotel Rp6 Miliar dan Hiburan hanya Rp900 Juta

doelbeckz - Pluz.id Senin, 22 Februari 2021 11:00
PAJAK HOTEL. Karyawan Hotel Claro Makassar memberikan sapaan. Realisasi penerimaan pajak hotel dan hiburan di tengah pandemi Covid-19 masih minim. foto: humas claro makassar
PAJAK HOTEL. Karyawan Hotel Claro Makassar memberikan sapaan. Realisasi penerimaan pajak hotel dan hiburan di tengah pandemi Covid-19 masih minim. foto: humas claro makassar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Realisasi penerimaan pajak hotel dan hiburan di tengah pandemi Covid-19 masih minim. Meski belum normal, namun pendapatan kedua sektor pajak tersebut menunjukkan tren positif.

Kepala Bidang Pajak Daerah II Bapenda Makassar, Adriyanto, mengatakan, khusus pajak hotel hingga 18 Februari, realisasinya sudah mencapai Rp6,4 miliar atau sekitar 5,14 persen dari target Rp125 miliar.

Sedangkan, pajak hiburan, realisasinya masih ada dibawah Rp1 miliar atau hanya sekitar Rp994,4 juta atau 1,48 persen dari target Rp67 miliar.

“Hotel Alhamdulillah, sudah mulai naik, cuma hiburan memang masih minim. Tapi kan ini kita genjot terus apalagi sekarang sudah ada vaksin dan program pemulihan ekonomi juga tengah berjalan,” katanya.

Adriyanto menjelaskan, jika dalam kondisi normal realisasi pajak hotel bisa mencapai Rp300 juta per hari. Sedangkan pajak hiburan Rp100 juta per hari. Namun, capaian itu turun drastis di tengah pandemi Covid-19.

“Apalagi, waktu awal-awal pandemi, pendapatan kita cuma Rp12 juta per hari untuk hotel dan Rp3 juta untuk hiburan. Jadi bisa kita lihat, hingga saat ini capaian kita sudah mulai tumbuh positif,” paparnya.

Meski begitu, masih butuh kerja ekstra mengingat Kota Makassar masih terdampak pandemi virus corona. Dia berharap hotel bisa kembali bangkit sehingga pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perhotelan juga ikut meningkat.

“Kita lakukan semua upaya dengan maksimal, salah satunya dengan memberdayakan laskar pajak untuk mengawasi objek pajak,” ucapnya.

Sementara, Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, berharap pelaku usaha hotel dan restoran masih mendapatkan suntikan dana hibah. Sebab, dana itu diperuntukkan sebagai stimulus untuk bisa bertahan di tengah pandemi.

“Kita berharap dana itu masih bisa kita dapat. Kita masih optimistis. Itu penting biar kita masih bisa bangkit,” ujarnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top