search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kaji Ulang PPKM, Makassar Recover Cara Baru Lawan Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 06 Maret 2021 15:00
MAKASSAR RECOVER. Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, presentasi program Makassar Recover di kediaman pribadinya di Jl Amirullah, Kota Makassar, Jumat (5/3/2021) malam. foto: humas pemkot makassar
MAKASSAR RECOVER. Wali Kota Makassar dan Wakil Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi, presentasi program Makassar Recover di kediaman pribadinya di Jl Amirullah, Kota Makassar, Jumat (5/3/2021) malam. foto: humas pemkot makassar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Makassar akan dikaji ulang.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menilai kebijakan ini kurang efektif.

Danny Pomanto berencana akan menerapkan protokol normal baru. Sistem ini dinilai jauh lebih efektif ketimbang penerapan aturan jam malam.

Penerapan protokol kesehatan di tempat keramaian diawasi ketat. Termasuk tidak ada pembatasan jam operasional.

Artinya, dengan sistem baru ini, usaha bisa buka asalkan tetap patuh protokol kesehatan. Begitu pula sebaliknya, jika protokol kesehatan tidak dijalankan, maka tempat atau usaha yang melanggar akan ditutup.

“Kita akan pakai sistem baru yang itu tadi namanya protokol normal baru, waktunya normal kalau kau taat prokes. Kalau kau tidak taat kita tutup,” katanya.

Makassar Recover resmi diperkenalkan, Jumat (5/3/2021) malam kemarin. Makassar Recover menjadi program unggulan yang mencakup tiga hal, yakni imunitas kesehatan, adaptasi sosial, dan pemulihan ekonomi.

“Intinya ada imunitas, adaptasi, dan pemulihan ekonomi. Dari ketiga aspek tersebut tentu kita ingin berjuang bagaimana kita bisa melawan pandemi,” ujarnya.

Danny menjelaskan, penanganan pandemi Covid-19 berbeda dengan sebelumnya, jika selama ini, dilakukan dengan proses tracing, maka program Makassar Recover langsung dilakukan proses deteksi.

“Deteksi bisa dilakukan melalui GeNose. Seribu unit alat yang kita sebar di kelurahan. Kita juga kerahkan relawan, tim medis, dan dokter. Proses deteksi kita lakukan hingga tingkat RT/RW,” jelasnya.

Bahkan pencapaian dari proses penanganan pandemi ditunjukkan melalui indeks atau data. Partisipasi masyarakat pun menjadi kunci dalam penerapan Makassar Recover untuk mendorong motivasi masyarakat akan ada reward yang diberikan

“Jadi semua bekerja secara sistematis dan ada data yang ditampilkan real time. Ini gerakan serentak. Sehingga semua data akurasinya sangat terjaga,” ucapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, menilai, masyarakat tidak perlu lagi menyaksikan fenomena menakutkan akibat Covid-19.

Fatma yang juga berstatus sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG) sebelumnya berharap tidak ada lagi yang merasakan hal sama dengan dirinya.

“Saya adalah penyintas dengan status orang tanpa gejala. Saya rasakan betul beratnya terpisah dengan anak-anak selama isolasi mandiri. Saya harap tidak ada lagi yang merasakan hal sama,” ujarnya.

“Makassar Recover ini akan kita harapkan bisa menjadi pendeteksi awal dan penanganan lebih lanjut,” lanjutnya.

Danny-Fatma pun mengajak seluruh elemen masyarakat agar saling bahu membahu dan terlibat aktif dalam program Makassar Recover. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top