search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Polres Soppeng Periksa 11 Orang dalam Kasus Dugaan Pemalsuan Suket Bebas Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 23 Maret 2021 11:00
AKBP Moh Roni Mustofa. foto: istimewa
AKBP Moh Roni Mustofa. foto: istimewa

PLUZ.ID, SOPPENG – Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Soppeng telah memeriksa sejumlah orang dalam kasus dugaan pemalusan Surat Keterangan (Suket) bebas Covid-19, yang diduga melibatkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Soppeng, dr Nirwana.

“Kami telah memeriksa 11 orang dalam penyelidikan ini, setelah rampung dilanjutkan gelar perkara untuk lanjut ke proses penyidikan,” kata AKBP Moh Roni Mustofa, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Soppeng, Senin (22/3/2021).

Roni pun meminta kepada masyarakat Soppeng untuk sabar menunggu hasil penyelidikan hingga pada penetapan tersangka.

“Sementara kami belum melakukan penahanan ini, masih proses pengumpulan data jadi tunggu aja hasilnya,” ujar Roni.

Maka dari itu, pihaknya belum bisa menentukan hasil, dikarenakan masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita tengah lakukan penyelidikan dengan memanggil saksi dari stafnya, kita tunggu saja hasil penyelidikan, nanti kita lihat hasilnya, apakah yang bersangkutan melanggar pemalsuan dokumen atau penyalahgunaan jabatan,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, menyoroti kasus ini.

Termasuk mengapresiasi tindakan penyelidikan yang dilakukan Polres Soppeng dalam kasus dugaan pemalsuan suket bebas Covid-19 yang diduga diterbitkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Soppeng, dr Nirwana.

Saat ini, Polres Soppeng tengah mendalami kasus dugaan pemalsuan suket bebas Covid-19 ini, yang belakangan ini menjadi viral di media sosial. Penyelidikan kasus ini berdasarkan adanya laporan dari warga masyarakat.

“Kita patut memberikan apresiasi kepada jajaran Polres Soppeng, namun tidak terbatas pada tindak penyelidikan, tapi berharap penyelidikan ini berbuah hasil untuk dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan hingga penetapan tersangka,” ujarnya.

Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini, mengatakan, Polres Soppeng harus benar-benar cermat dalam menelaah kasus ini.

“Apalagi, dengan adanya statetmen Ibu Direktur (Direktur RSUD Latemmamala Soppeng, dr Nirwana) bahwa tindakan ini, sudah disampaikan ke pimpinan dan Gugus Tugas Covid-19 Soppeng. Ini perlu dikembangkan. Kalau benar adanya apa disampaikan Ibu Direktur, maka tentu menjadi wajar bila pimpinan dan pihak terkait lainnya menjadi terperiksa,” jelasnya.

“Kalau benar sudah disampaikan ke pimpinan, tapi tidak ada tindak lanjut, itu bukan saja merupakan pembiaran, tetapi mengarah ke pemufakatan jahat,” tambahnya.

Kasus ini, juga mendapatkan tanggapan dari tokoh pemuda Kabupaten Soppeng.

Salah satu tokoh pemuda Kabupaten Soppeng, Lutfi Baktiar, meminta kepada penyidik Polres Soppeng untuk segera memeriksa oknum yang diduga terlibat dalam dugaan pemalsuan suket bebas Covid-19 dan segera menaikkan ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan tersangka.

“Kami meminta penyidik untuk memeriksa semua yang diduga terlibat dan segera tetapkan tersangka, siapapun mereka wajib dimintai pertanggungjawaban hukum. Jangan ada perlakuan tebang pilih atau diskriminatif,” ujarnya.

Lutfi, yang biasa disapa Upi ini, mengaku, merindukan penegakan hukum yang tegas dan adil di daerah Latemmamala itu.

“Soppeng merindukan penegakan hukum yang tegas dan seadil-adilnya,” ujar tokoh muda Soppeng yang kini bermukim di Makassar.

Sebelumnya, viral video berdurasi 9 menit 3 detik di media sosial percakapan yang diduga Kepala Laboratorium RSUD Latemmamala Soppeng dr Mustaqim dengan Direktur RSUD Latemmamala Soppeng dr Nirwana, terkait dugaan pemalsuan suket bebas Covid-19. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top