search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wow, Pengguna Suket Covid-19 Palsu Diduga Pejabat Eksekutif dan Legislatif di Soppeng

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 25 Maret 2021 16:00
Fitriadi. foto: istimewa
Fitriadi. foto: istimewa

PLUZ.ID, SOPPENG – Kasus dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Covid-19 yang diduga melibatkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Kabupaten Soppeng, dr Nirwana, mengungkap fakta baru.

Diduga pengguna suket Covid-19 yang dikeluarkan tanpa melalui uji laboratorium adalah kalangan pejabat, baik eksekutif (pemerintahan) maupun legislatif (anggota DPRD Soppeng).

“Iya, betul pengguna suket (surat keteranhan) Covid-19 palsu rata-rata pejabat, pemerintah, termasuk anggota DPRD Soppeng,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Kamis (25/3/2021).
Salah satu tokoh pemuda Soppeng ini, mengakui, suket Covid-19 ini, dipergunakan untuk keperluan perjalanan ke luar kota.

“Biasanya para pejabat itu minta dibuatkan suket Covid-19, jika melakukan perjalanan dinas ke luar kota,” kata toloh pemuda Soppeng yang kini bermukim di Makassar.

Hal ini sejalan dengan hasil pemeriksaan saksi-saksi yang dilakukan Polres Soppeng.

Sejauh ini, hingga Rabu (24/3/2021), sudah ada 20 saksi yang telah diperiksa Satuan Reskrim Polres Soppeng. Salah satunya adalah Kepala Kantor
Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng, Fitriadi.

Fitriadi bersama stafnya dipanggil sebagai salah satu pengguna surat keterangan rapid test antigen Covid-19 yang diduga palsu atau tidak sesuai dengan prosedur.

Fitriadi mengakui, dirinya bersama staf kantornya telah menggunakan surat keterangan rapid test antigen Covid-19 yang ia peroleh dari dr Nirwana (Direktur RSUD Latemmamala Soppeng).

Suket itu, ia gunakan pada saat akan berangkat ke Bandung, beberapa waktu lalu.

Saat diperiksa, Fitriadi menyampaikan, ia bersama staf memperoleh suket rapid test antigen Covid-19 tanpa melalui pemeriksaan.

“Beberapa waktu lalu, saya meminta tolong kepada dr Nirwana apa saja persyaratan untuk dibuatkan surat keterangan rapid test antigen Covid-19, walaupun saya tidak diperiksa dan saat itu dr Nirwana meminta dikirimkan KTP (Kartu Tanda Penduduk),” ungkapnya.

Setelah mengirim KTP suket rapid test antigen Covid-19 keluar. “Setelah itu saya bersama staf dibuatkan dan surat tersebut tanpa melalui tes labolatorium di RSUD Latemmamala dan suket tersebut kami gunakan untuk berangkat ke Bandung dalam rangka tugas kantor,” bebernya.

Mengenai biaya, Fitriadi tidak mau menjelaskan ataupun memberikan informasi.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Amri, mengatakan, kasus tersebut masih tahap penyelidikan.

“Masih dalam tahap penyelidikan. Anggota saya masih bekerja, mohon bersabar untuk menunggu hasil penyelidikan penyidik. Kami akan terbuka, transparan dalam penanganan perkara ini,” ujar Amri.

Sementara, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi Djusman AR mengatakan, dari pernyataan Direktur RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng dr Nirwana yang dilansir sejumlah media mengindikasikan adanya permufakatan jahat pihak RSUD Latemmamala dan Satgas Covid-19 Soppeng dalam menerbitkan Suket Covid-19 yang diduga sebagian palsu.

“Kalau benar sudah disampaikan ke atasan dan Gugus Tugas Covid-19 Soppeng, namun tidak ada tindak lanjut, maka itu bukan saja pembiaran, tapi sudah mengarah ke permufakatan jahat,” tegas pria asal Soppeng yang dikenal sebagai penggiat antikorupsi ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top