search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dorong Industri Kreatif, STIE Amkop dan KPID Sulsel Teken MoU

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 06 April 2021 12:00
KERJA SAMA. Ketua KPID Sulsel Muhammad Hasrul Hasan disaksikan Ketua STIE Amkop Bahtiar Maddatuang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Claro Makassar, Selasa (6/4/2021). foto: kpid sulsel
KERJA SAMA. Ketua KPID Sulsel Muhammad Hasrul Hasan disaksikan Ketua STIE Amkop Bahtiar Maddatuang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Hotel Claro Makassar, Selasa (6/4/2021). foto: kpid sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop Makassar dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulsel melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Kesepakatan antara Amkop dan KPID Sulsel dilakukan di sela acara Dies Natalis ke-58 STIE Amkop dan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana di Hotel Claro Makassar, Selasa (6/4/2021).

Ketua STIE Amkop, Bahtiar Maddatuang, mengatakan, pihaknya dan KPID Sulsel sepakat untuk mendorong lahirnya konten kreatif dan program siaran yang sehat dari kalangan nahasiswa. Termasuk mendukung upaya KPID mewujudkan siaran industri penyiaran yang sehat di Sulsel.

“Kami baru saja membuka jurusan baru Manajemen Bisnis Digital di Amkop, kami harap bisa melahirkan mahasiswa kreatif jelang digitalisasi penyiaran. Dan mendukung siaran sehat di Sulsel,” katanya.

Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja membawa angin segar terhadap dunia penyiaran di Indonesia. Dalam UU yang disahkan November 2020 lalu, mengamanatkan migrasi penyiaran televisi terseterial dari sistem analog, ke digital yang rencananya akan diberlakukan kurang dari tahun, tepatnya 2 November 2022 mendatang.

Ketua KPID Sulsel Muhammad Hasrul Hasan didampingi Kordinator Bidang Isi Siaran Irwan Ade Syahputra mengatakan, Undang-Undang Cipta Kerja telah membuka jalan kebuntuan regulasi bidang penyiaran.

Keuntungan juga akan diperoleh orang-orang yang berkecimpung dalam industri kreatif.

“Penyiaran digital akan membuka peluang kepada mahasiswa untuk lebih kreatif, sehingga mampu memproduksi industri konten penyiaran. Selain itu, kami berterima kasih ke pada pihak kampus yang mendukung upaya kami di KPID menghadirkan siaran yang sehat untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Hasrul menambahkan, perencanaan switch off sistem analog sudah mulai dilakukan pada 1 April 2021 dan batas akhir siaran analog ditetapkan pada 2 November 2022.

KPID Sulsel berencana mengevaluasi seluruh konten lokal yang ada di televisi stasiun jaringan dan tentunya butuh masukan dari pihak kampus dan praktisi di bidang penyiaran sehingga ke depannya program-program siaran terkait konten lokal menjadi lebih baik. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top