search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Sabri Cs Tersangka Narkoba, Danny Pomanto: Pemberhentian Jabatan Pasti, Pemecatan Tunggu Inkracht

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 28 April 2021 23:45
AKBP Yudi Frianto. foto: pluz.id
AKBP Yudi Frianto. foto: pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Polrestabes Makassar akhirnya menetapkan empat pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sebagai tersangka dalam perkara penyalahgunaan narkotika.

Polisi sebut, urine keempat tersangka mengandung zat amfetamin. Mereka adalah M Sabri (Asisten I Pemkot Makassar), Muhammad Yarman (Kabag Pemberdayaan Masyarakat), Syafruddin (Kasubag Tata Pemerintahan), dan Irwan Miladji (salah satu kepala bidang di Dinas Kearsipan).

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar AKBP Yudi Frianto, mengatakan, penyidik Satuan Narkoba Polrestabes Makassar menaikkan status hukum ke pelaku, dari penyelidikan ke penyidikan. Mereka dinyatakan bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Keempat pelaku ditetapkan tersangka,” kata Yudi, Rabu (28/4/2021).

Yudi menjelaskan, setelah keempat pelaku ditetapkan sebagai tersangka, penyidik kemudian akan segera merampungkan berkas perkara. Dan, Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pun telah diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar.

“SPDP hari ini dikrimkan ke JPU. Perkara ini kami lanjutkan. Jadi barang buktinya, dua saset sabu masing-masing berat 0,5 gram dan 0,9 gram,” bebernya.

Diketahui, keempat Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Makassar, yang ditangkap petugas Satuan Narkoba Polrestabes Makassar di beberapa tempat berbeda di Kota Makassar, Jumat 23 April 2021, malam lalu.

Penangkapan bermula adanya informasi masyarakat terkait maraknya peredaran narkotika di Jl AP Pettarani, Kota Makassar. Sehingga petugas melakukan penyelidikan dan menangkap Syafruddin. Dalam penangkapan Syafruddin, polisi menemukan dua saset sabu dan handphone.

“Saat Syafruddin diinterogasi, ia mengaku jika sabu tersebut pesanan M Sabri, Muhammad Yarman, dan Irwan Miladji di rumahnya masing-masing,” jelasnya.

Atas perbuatannya ini, mereka diamankan di Mapolrestabes Makassar. Mereka dijerat pasal 112 (1) dan pasal 114 (1) jo pasal 132 (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang Narkotika. Adapun, ancaman hukumannya adalah pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000 000 dan paling banyak Rp8 miliar.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, pun memastikan pemberhentian Sabri dari jabatannya sebagai Asisten I Pemkot Makassar, setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Danny Pomanto mengaku, akan segera mengisi jabatan tersebut dengan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk sementara. Sambil menunggu proses jobfit dan lelang jabatan dilakukan.

“Bagaimana hukumannya itu saya belum tahu. Yang jelas pemberhentian dari jabatan sudah pasti,” kata Danny, Rabu (28/4/2021).

Danny mengatakan, terkait pemberhentian sebagai ASN masih menunggu perkembangan selanjutnya.

“Kalau sudah inkracht, maka ada pemberhentian dari ASN,” ucapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top