search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kerajaan Terpinggirkan, Ini Harapan Raja Gowa ke Ketua DPD RI

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 28 Mei 2021 16:00
PENYAMBUTAN. Upacara penyambutan Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Ruang Utama Istana Balla Lompoa Kerajaan Gowa di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Kamis (27/5/2021). Nampak menyambut Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III. foto: doelbeckz/pluz.id
PENYAMBUTAN. Upacara penyambutan Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Ruang Utama Istana Balla Lompoa Kerajaan Gowa di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Kamis (27/5/2021). Nampak menyambut Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, GOWA – Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III didampingi Permaisuri Andi Hikmawati Kumala Idjo dan Perangkat Adat Kerajaan Gowa menyambut Kunjungan Kerja (Kunker) Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA La Nyalla Mahmud Mattalitti di Ruang Utama Istana Balla Lompoa Kerajaan Gowa di Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Kamis (27/5/2021).

Hadir pula Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Provinsi Sulsel. Termasuk pemangku adat Kerajaan Bone, pemangku adat Kerajaan Luwu, dan pemangku adat Kajang (Bulukumba).

Pada kesempatan ini, Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III menyambut kedatangan Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam suasana kekeluargaan.

“Mudah-mudahan dengan kunjungan Bapak Ketua DPD RI ini, menjadi rahmat bagi pembinaan dan pengembangan adat di Gowa serta Sulsel,” ujarnya.

Ketua Laskar Tubarania Kerajaan Andi Rais Petta Paladeng (kedua kiri) bersama Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti (kedua kanan). foto: doelbeckz/pluz.id

Andi Kumala Idjo berharap ke depannya kerajaan akan tetap eksis dan bekerja sama dengan pemerintah. Sebab tidak dapat dinafikan kerajaanlah yang memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kemudian, setelah merdeka kerajaan menyerahkan ke pemerintah dalam hal ini Bapak Soekarno. Namun, sekarang ini kerajaan seperti terpinggirkan, utamanya kerajaan luar Pulau Jawa. Semoga dengan adanya perhatian pemerintah, kerajaan dapat memberi peran dalam kemajuan Republik Indonesia,” jelasnya.

“Kita berharap ini menjadi perhatian DPD RI untuk disampaikan ke pemerintah demi menjaga kelestarian adat dan budaya tanah air,” tambahnya.

Sementara, Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan, kerajaan adalah instrumen utama kebudayaan Indonesia yang diharapkan dikenal kaum milenial di seluruh Indonesia dan dunia.

Ketua Laskar Tubarania Kerajaan Andi Rais Petta Paladeng (kanan) bersama Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Batara Gowa III. foto: doelbeckz/pluz.id

“Kita harapkan ini (kerajaan) mendapatkan perhatian pemerintah. Oleh karena itu, sebagai peran DPD RI, kita akan menggelar pertemuan raja dan sultan se-nusantara di Jakarta. Ini demi eksistensi kerajaan dan memperkuat posisi kerajaan,” terangnya.

“Wujud nyata dari rencana ini adalah kunjungan kerja kami ini ke Kerajaan Gowa. Sebagaimana kita ketahui, Kerajaan Gowa yang terbesar di Sulsel,” tambah pria asal Sulsel ini.

La Nyalla menjelaskan, Kerajaan Gowa harus dicatat dalam sejarah dan menjadi mozaik bangsa agar tetap diingat peran strategis yang dimiliki.

“Oleh karena itu, saya mengharapkan senator asal Sulsel dapat terus bersinergi dengan Kerajaan Gowa,” harap senator asal Jawa Timur ini.

Ketua Laskar Tubarania Kerajaan Andi Rais Petta Paladeng (kiri) bersama Pemangku Adat Bone Andi Baso Hamid. foto: doelbeckz/pluz.id

Turut serta dalam rombongan DPD RI ini, adalah anggota senator asal Sulsel Andi Ichsan, Idris (asal Kalimantan Timur), Hasan Basri (Kalimantan Utara), Bustami Zainuddin (Lampung), Sylviana Murni (Jakarta), dan Jialyka Maharani (Sumatra Selatan).

Rencana pertemuan raja dan sultan se-nusantara yang disampaikan Ketua DPD RI ini, disambut positif para pemangku adat di Sulsel.

Pemangku Adat Bone, Andi Baso Hamid, mengakui, pertemuan tersebut sangat menggembirakan bagi penggiat budaya di Sulsel, khususnya Bone.

“Mudah-mudahan pertemuan ini nantinya dapat menggairahkan kembali adat dan budaya di tanah air, khususnya di Sulsel. Dengan seringnya ada pertemuan dengan pemerintah, juga dapat mendekatkan lagi kerajaan dengan pemerintah,” ujarnya.

Ketua Laskar Tubarania Kerajaan Andi Rais Petta Paladeng (kanan) bersama Pemangku Adat Luwu Andi Iwan Bau Djemma. foto: doelbeckz/pluz.id

Hal senada juga dikemukakan Pemangku Adat Luwu, Andi Iwan Bau Djemma. Menurutnya, momen ini sangat bagus dalam membangun kembali hubungan emosional kerajaan dengan pemerintah.

“Semoga dengan kunjungan DPD RI ke kerajaan-kerajaan se-nusantara akan memperkuat kembali hubungan kerajaan dengan pemerintah,” ucapnya.

Adapun, Ketua Laskar Tubarania Kerajaan, Andi Rais Petta Paladeng, sebagai bagian dari Perangkat Adat Kerajaan Gowa yang mendampingi Raja Gowa, menyampaikan targetnya akan mempersatukan tiga kerajaan di Sulsel, yaitu Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, dan Kerajaan Luwu.

“Kehadiran dan terbentuknya Laskar Tubarania Kerajaan sebagai upaya mempersatukan tiga kerajaan di Sulsel, yaitu Kerajaan Gowa, Kerajaan Bone, dan Kerajaan Luwu. Hal ini agar semua keturunan kerajaan di Sulsel, utamanya kalangan milenial dapat memahami dan melestarikan adat istiadat warisan para leluhur kita,” jelas keponakan Bate Salapang Somba Opu dan cucu Arungta Petta ta’ Andi Mappase’re ini.

Hadir pula pada acara ini, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa Kamsina mewakili Bupati Gowa dan perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top