search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gowa Kebagian 200 Ekor Sapi Perah Kementan

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 10 September 2021 13:00
Kamsina. foto: istimewa
Kamsina. foto: istimewa

PLUZ.ID, GOWA – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) akan segera mendatangkan 200 ekor sapi perah di Kabupaten Gowa yang ditargetkan pada November 2021 mendatang.

Ini merupakan Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Sapi Perah yang merupakan program Kementan RI di Kabupaten Gowa.

Hal ini disampaikan Direktur Pakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agus Sunanto, saat meninjau kesiapan lokasi kandang dan hijauan pakan di Desa Tonasa dan Desa Bolaromang, Kecamatan Tombolopao, Kamis (9/9/2021).

“Harapan kita sapi perah 200 ekor sudah sampai di Kabupaten Gowa. Sementara, untuk hijauannya atau untuk pakannya harapannya minggu depan sudah mulai tanam karena bibitnya sudah siap,” ujarnya.

Apalagi, kata Agus Sunanto, dari hasil peninjauan di dua desa di Kecamatan Tombolopao, lahan untuk kandang dan hijauan pakan sudah siap. Oleh karena itu, dirinya berharap yang belum selesai bisa segera diselesaikan.

“Kalau hasil peninjauan lokasi kadang sudah oke, kemudian lokasi hijauan juga sudah oke, tidak masalah dan mudah-mudahan minggu depan sudah mulai dikerjakan terkait dengan yang hijauan, kandang, dan lain sebagainya sudah diselesaikan,” harapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap program ini bisa berjalan dan berkembang dengan baik di Kabupaten Gowa, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dari segi pekerjaan dan penghasilan.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Drh Sintong HMT Hutasoit, menyebutkan, sapi yang akan didatangkan jenis Friesian Holstein (FH) dari Australia. Sapi jenis FH ini kata Sintong bisa menghasilkan susu 20 hingga 25 liter per hari.

“Tahun ini kita harapkan ternak, kandang dan lahannya bisa dilaksanakan sehingga 2022 nanti APBD bisa membantu pengembangan selanjutnya, sehingga kita harapkan Kabupaten Gowa ini bisa menjadi sumber sapi perah dan susu,” ujarnya.

Selain itu, agar program ini bisa berjalan dengan baik, para peternak nantinya akan mengikuti pelatihan pengolahan sapi perah, mulai dari pemeliharaan, pemberian pakan, pengelolaan susu hingga pengembangbiakan di BBPTUHPT Baturraden.

Menurutnya, beternak sapi perah berbeda dengan sapi potong sehingga dibutuhkan pengetahuan tambahan untuk menghasilkan susu yang berkualitas.

Sintong berharap program ini berjalan dengan sehingga akan menambah kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa.

Dirinya yakin program ini akan berdampak bagi pendapatan masyarakat dan bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Gowa.

“Harapannya bukan hanya di pemda, tapi nanti bisa dikembangkan di masyarakat sekitar di Kabupaten Gowa ini, khususnya di daerah Malino yang agroklimat yang sangat baik untuk pertumbuhan sapi FH ini. Jadi harapannya nanti masyarakat di sini bukan hanya mengenal sapi potong tapi sapi perah juga tujuannya dapat mendukung pariwisata di sini juga,” jelasnya.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gowa, Hj Kamsina, yang mendampingi jajaran Ditjen PKH dan BBPTUHPT Baturraden Kementan RI juga berharap program ini bisa berjalan dengan baik dan masyarakat Kabupaten semakin sejahtera di masa yang akan datang.

“Kita berharap ini cepat bisa terealisasi dan masyarakat bisa menikmati program ini. Dan saya kira ini akan bermanfaat bagi masyarakat dan akan meningkatkan pendapatan masyarakat,” harapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top