search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wahab Usulkan Baca Tulis Al Qur’an Syarat Masuk Sekolah Negeri

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 23 September 2021 23:00
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir (kanan), menggelar sosialisasi Perda nomor 1 tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al Qur'an di Hotel Pesonna Makassar, Kamis (23/9/2021). foto: istimewa
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir (kanan), menggelar sosialisasi Perda nomor 1 tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al Qur'an di Hotel Pesonna Makassar, Kamis (23/9/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Abd Wahab Tahir, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2012 tentang Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an di Hotel Pesonna Makassar, Kamis (23/9/2021).

Wahab Tahir menilai, perda ini perlu diperkuat dan dipertajam, sehingga DPRD Makassar akan melakukan revisi berupa penambahan poin dalam regulasi tersebut. Diantaranya, baca tulis Al Qur’an akan menjadi syarat masuk sekolah.

“Kita ingin baca tulis Al Qur’an menjadi syarat masuk sekolah negeri. Ini khusus tingkat SMP saya kira,” ucapnya.

Wahab Tahir mengatakan, kebijakan ini seharusnya sudah diterapkan tahun ini, namun belum dilakukan lantaran masih pandemi Covid-19. Tahun depan, akan diberlakukan, sehingga semua peserta didik diharap bisa memahami baca tulis Al Qur’an.

“Tahun depan kita mulai berlakukan baca tulis Al Qur’an untuk PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Jadi, kalau mau anaknya sekolah di sekolah hebat, maka kasi paham soal baca tulis Al Qur’an,” jelasnya.

Selain menjadi syarat masuk sekolah, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar ini, mengatakn, akan memberikan insentif bagi warga yang merupakan hafiz Al Qur’an. Itu, akan dimasukkan dalam poin pada Perda tentang Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an.

“Mereka (hafiz Al Qur’an, red) ini yang menghambat bala bencana ke Kota Makassar. Sehingga, konsepnya nanti akan kita perlombakan melalui lorong hafiz,” ucapnya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Ustaz Syamsir, menjelaskan, implementasi Perda Baca Tulis Al Qur’an harus melibatkan seluruh stakeholder. Sebab, suksesnya program ini tergantung sinergitas.

“Jadi, untuk menyukseskan baca tulis Al Qur’an ini, memang harus ada sinergi terutama camat dan lurah. Termasuk masyarakat,” jelasnya.

Ustaz Syamsir menjelaskan, untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan baca tulis Al Qur’an untuk anak-anak. Kemudian, penghayatan untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sangat perlu tanamkan kecintaan terhadap Al Qur’an sejak dini. Selain itu, sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” bebernya.

Harapannya, kata dia, para peserta untuk lebih memahami Al Qur’an dan salah satu sarananya adalah merealisasikan terlaksananya amanah Perda Pendidikan Baca Tulis Al Qur’an.

“Saya ajak juga peserta agar menyebarluaskan perda ini ke lingkungan masing-masing. Ini bentuk mendukung pemerintah terkait baca tulis Al Qur’an,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top