search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Indira Tinjau Simulasi PTM di SMP Islam Athirah Bukit Baruga Makassar

doelbeckz - Pluz.id Senin, 04 Oktober 2021 15:00
PENINJAUAN. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMP Athirah Bukit Baruga Makassar, Senin (4/10/2021). foto: istimewa
PENINJAUAN. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di SMP Athirah Bukit Baruga Makassar, Senin (4/10/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Simulasi perdana untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas jenjang SMP di Kota Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail, tinjau pelaksanaan di SMP Athirah Bukit Baruga Makassar, Senin (4/10/2021).

“Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, dan terlihat kesiapan dari SMP Athirah, dalam penerapan protokol kesehatan,” ujar Ketua TP PKK Makassar.

Kesiapan telah dilakukan sekolah sejak beberapa bulan yang lalu, semangat pun terlihat dari guru serta siswa memyambut pelaksanaan simulasi PTM.

“Kita berharap tidak ada kendala dalam pelaksanaan, sehingga dapat terus berlanjut dan diikuti sekolah lainnya yang ada di kota Makassar,” lanjutnya.

Meski demikian, Indira tetap mengingatkan untuk perketat protokol kesehatan, kondisi Makassar yang saat ini telah berada dalam zona kuning, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2, jangan sampai membuat lengah dan gegabah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik, mendampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, menyampaikan, dalam simulasi kali ini, diterapkan di dua sekolah setiap kecamatan, yakni swasta dan negeri, selama tiga jam pelajaran.

“Seminggu dua kali di setiap angkatan, masing-masing tiga jam pelajaran, dan akan dievaluasi dua minggu ke depan. Jika tidak ditemui kendala, bisa saja semua sekolah negeri dan swasta dapat menerapkan PTM terbatas,” ujarnya.

Namun di dalam perjalanannya, akan dilakukan pengawasan ketat, sekolah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, dan proses pembelajaran harus tetap berjalan, melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan PTM.

Dalam proses simulasi ini, masih dilakukan dengan dua metode, yakni Pembelajaran Jarak Jauh dan Pembelajaran Tatap Muka.

Demikian pula bagi orang tua yang belum mengizinkan untuk PTM, maka guru diwajibkan tetap menjalankan tugas memberikan pelajaran melalui PJJ.

Siswa yang mengikuti proses PTM telah divaksinasi, kecuali bagi mereka yang umurnya belum 12 tahun.

“Tadi ada tujuh siswa yang belum divaksin, karena memang umurnya belum cukup 12 tahun,” ujarnya.

Salah satu siswa kelas 7.2, Almira mengaku, sangat senang dapat mengikuti pembelajaran tatap muka, dan dapat berkumpul dengan teman-teman seangkatannya.

“Senang sekali, karena sejak awal sekolah belum pernah bertemu dengan teman-teman sekelas, ketemunya hanya melalui online,” ujarnya seraya tersenyum. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top