search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Pembicara Indo Smart City Forum & Expo 2021

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 13 Oktober 2021 19:00
PEMBICARA. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (tengah), didaulat menjadi pembicara pada Indo Smart City Forum & Expo 2021 yang digelar Apeksi di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta, Rabu (13/10/2021). foto: istimewa
PEMBICARA. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto (tengah), didaulat menjadi pembicara pada Indo Smart City Forum & Expo 2021 yang digelar Apeksi di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta, Rabu (13/10/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, YOGYAKARTA – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, didaulat menjadi pembicara pada Indo Smart City Forum & Expo 2021 yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta, Rabu (13/10/2021).

Dengan tema ‘Kesiapan Ekosistem Smart City di Indonesia’ Danny menyebutkan, smart city merupakan bagian dari solusi di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu dibuktikan dengan melandainya kasus Covid-19 dari status level 4 terjun bebas ke level 2 dan tidak melewati status level 3.

Di hadapan wali kota se-Indonesia, Danny menyebutkan, Makassar Recover merupakan contoh nyata penggunaan smart city ke masyarakat. Khususnya pada pengapklikasian Satgas Detektor yang merangkum semua data kesehatan dalam satu barcode.

“Smart city yang baik adalah smart city yang usefull, di Makassar sedikit berbeda lebih ke menyentuh hati. Kami sebut Sombere & Smart City yang bisa diterima masyarakat. Saya menggunakan smart city menyasar kesehatan. Kesehatan masyarakat itu merespon cepat. Kami ada 112, di tengah pandemi kami ada Satgas Detektor. Ini salah satu solusi nyata,” ucapnya.

Danny menjelaskan, smart city tanpa penerimaan rakyat hanya sebuah aplikasi pajangan yang memiliki biaya yang mahal.

Smart City Kota Makassar yang digagas Danny juga menempati urutan ke 80 dari 102 kota smart city di dunia. Dan juga salah satu kota yang mewakili Indonesia di tingkat ASEAN.

Namun, Danny mengingatkan ke depannya smart city di setiap kota harus lebih disempurnakan kehadirannya.

“Kita tidak boleh lengah gelombang ketiga pandemi ini, kita harus lebih hati-hati. Karenanya smart city harus lebih disempurnakan khususnya di Kota Makassar agar kesehatan masyarakat semuanya dapat terpantau lewat satu barcode,” sebutnya.

Danny juga meminta agar inovasi-inovasi dan smart city dibuatkan undang-undang agar paten.

“Jadi ketika sudah usefull ke masyarakat pemerintah pusat bisa membuatkan undang-undang agar ketika pemimpin berganti sistem dan inovasinya tetap bisa dinikmati masyarakat,” harapnya.

Selain Danny, turut jadi pembicara, yakni Staf Ahli Kemendagri Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hamdani, Wali Kota Bogor Bima Arya yang juga merupakan Ketua Apeksi, dan Wali Kota Jambi Syarif Fasha. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top