PLUZ.ID, MAKASSAR – Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulsel resmi dikukuhkan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (31/10/2021).
Sekretaris Jenderal MUI KH Amirsyah Tambunan melantik AG KH Najamuddin Abd Safa sebagai Ketua MUI Sulsel bersama sejumlah unsur ketua. Kemudian pelantikan pengurus lengkap MUI Sulsel yang dilakukan AG KH Najamuddin. Pengurus MUI Sulsel hadir mengenakan pakaian putih hitam.
Turut hadir Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Wakil Ketua DPRD Sulsel Muzayyin Arif, dan sejumlah unsur Forkopimda Sulsel.
Pengukuhan pengurus dirangkaikan dengan musyawarah kerja daerah MUI Sulsel.
AG KH Najamuddin mengatakan, MUI Sulsel adalah perpanjangan tangan MUI pusat, MUI adalah mitra pemerintah dan penjaga umat.
“Sejak kami menerima SK (Surat Keputusan), tidak mengalami kesulitan untuk menyusun personalia kepengurusan MUI Sulsel dari berbagai unsur, mulai dari cendikiawan di perguruan tinggi, ormas Islam, pesantren, dan lain-lain,” ujarnya.
“Sebagai pengurus MUI Sulsel, saya optimistis untuk mencapai dan mewujudkan tujuan MUI untuk mengurus umat, karena pengurus MUI Sulsel masa khidmat 2021-2026 dari berbagai unsur dan kepakaran. MUI Sulsel akan berjalan sesuai dengan perkembangan milenial dan teknologi digital,” lanjutnya.

FOTO BERSAMA. Sekretaris Jenderal MUI KH Amirsyah Tambunan dan Ketua MUI Sulsel AG KH Najamuddin Abd Safa foto bersama jajaran pengurus MUI Sulsel yang baru saja dilantik. foto: istimewa
AG KH Najamuddin melihat, semua pengurus MUI Sulsel begitu ikhlas memberikan pelayanan sesuai kepakaran masing-masing.
“Saya yakin bapak ibu sangat ikhlas mengurus umat Sulsel. Sekalipun baru dikukuhkan pagi ini, namun kebutuhan, MUI sudah melayani beberapa permintaan kebutuhan masyarakat. Hampir semua komisi sudah siapkan program,” ujarnya.
AG KH Najamuddin melanjutkan, peran ulama sebagai penyedia punya tugas sangat penting.
Seperti tugas dakwah, MUI jalan sesuai perkembangan masyarakat milenial.
MUI memberikan pelayanan umat dan mitra pemerintah.
“MUI Sulsel harus hadir memanfaatkan media sosial menjelaskan masalah agama atau masalah keummatan. MUI program baru buat media digital,” katanya.
Dalam kepengurusan MUI kali ini, akan hadir media Channel MUI Sulsel, MUI TV, website, Podcast, dan teknologi digital serta media sosial lainnya yang dapat menghadirkan konten-konten yang bermanfaat kepada semua golongan masyarakat.
“MUI hadir untuk memakmurkan masjid berbasis pencerahan umat,” tuturnya.

Ketua MUI Sulsel AG KH Najamuddin Abd Safa bersama pengurus MUI Sulsel bidang Infokom Daswar M Rewo. foto: istimewa
Sekretaris Jenderal MUI, KH Amirsyah Tambunan, dalam sambutannya mengatakan, Sumber Daya Manusia (SDM) MUI Sulsel cukup melimpah. MUI dapat menggerakkan ekonomi dan peradaban di masjid-masjid yang ada di Sulsel. MUI memiliki perhatian besar untuk melindungi umat dengan turun ke lapangan.
“MUI harus bersinergi dengan ormas, perguruan tinggi, pesantren, dan elemen masyarakat lainnya untuk mewujudkan program kerja MUI untuk melayani umat. Kita harus memperhatikan kondisi masyarakat kita. MUI adalah tempat memberikan nasehat kalau ada masalah atau kebijakan pemerintah yang tidak pro pada kepentingan ummat. Ekonomi perlu digerakkan melalui ekosistem ekonomi syariah untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi bangsa ini, sehingga kita dapat tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, dalam sambutannya mengatakan, pengurus MUI Sulsel adalah para ulama dan cendikiawan Muslim yang bergabung dan mendaftar di MUI sebagai pengurus berdasar pada keikhlasan dan mau bekerja untuk kepentingan umat. Bagaimana MUI Sulsel dapat menjadi mitra pemerintah dan menjadi penengah atas masalah yang timbul di masyarakat.
“MUI harus memberikan bimbingan dan fatwah kepada pemerintah. MUI perlu memfilter organisasi yang antitesa dengan pemerintah, terutama ormas yang radikal, harapnya. Literasi digital di masjid perlu diimplementasikan untuk mencari informasi terkait masjid, hadis, mazhab, tafsir, dan lain-lain,” harapnya.
Andi Sudirman juga berharap, MUI memiliki lembaga keuangan/perbankan syariah sebagai penguatan ekonomi mikro.
“Kebijakan apa yang dapat kami lakukan untuk bersinergi kepada MUI,” paparnya.
Dalam kegiatan ini, juga dirangkaikan dengan peluncuran media saluran media Channel MUI Sulsel. Plt Gubernur juga menyerahkan wakaf Al Qur’an sebanyak 2.000 eksamplar. (***)