search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Lindungi Merek sebagai Modal Kembangkan Usaha Digital

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 17 November 2021 19:00
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

Literasi Digital Sulawesi 2021

PLUZ.ID, MAKASSAR – Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Makassar, Sulsel, Rabu (17/11/2021).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah ‘Membangun Merek di Dunia Digital’.

Program kali ini diikuti 534 peserta dan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Kreator Konten & Digital Entrepreneur Suprayetno, Pemengaruh Wisata Sitti Rahmi, Aktivis Sekretaris Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas FITRA) Husein Ratuloli, dan Pemuda Muhammadiyah & Digital Entrepreneur Laode Khairul Anfal Rafsanjani. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Richard Lioe dari Katadata. Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beranjak ke sesi pemaparan, pemateri pertama adalah Suprayetno yang membawakan materi kecakapan digital dengan tema ‘Peran Literasi Digital di Dunia Lokapasar’.

Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi serta membuat dan memanfaatkan media sosial sebagai alat komunikasi daring diperlukan sebagai sarana meningkatkan pengetahuan informasi dalam jangkauan yang luas.

“Terkait lokapasar, penguasaan literasi digital akan mempermudah akses transaksi, memperluas wawasan pasar, meningkatkan usaha dan bisnis daring, mempermudah pengarsipan digital, promosi produk, serta media informasi antar individu,” paparnya.

Berikutnya, Sitti Rahmi menyampaikan materi etika digital berjudul ‘Peran dan Manfaat E-Pasar dalam Mendukung Produk Lokal’.

Sitti Rahmi mengatakan, biaya pemasaran elektronik yang lebih murah dibandingkan pemasaran tradisional hingga jangkauannya yang luas tak terbatas waktu maupun ruang bisa dimanfaatkan untuk mendukung produk lokal berkembang.

“Tonjolkan ciri khas produk lokal seraya menjaga kualitas produk, layanan dan hubungan baik dengan konsumen, beri penawaran spesial, serta manfaatkan teknologi untuk tingkatkan daya saing produk,” jelasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Husein Ratuloli membawakan tema budaya digital tentang ‘Penggunaan Bahasa yang Baik dan Benar di Dunia Digital’.

Menurutnya, dalam berkomunikasi dengan pembeli di dunia maya, gunakanlah bahasa yang santun, cerdas, informatif, dan menyenangkan. Kepercayaan diri, konsistensi, detail, dan evaluasi juga penting diperhatikan untuk menjaga efektivitas komunikasi.

“Tujuannya agar pesan komunikasi yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara yang akhirnya bisa menimbulkan respon positif pembeli dalam meningkatkan penjualan secara cepat dan efektif,” ungkapnya.

Adapun Laode Khairul Anfal Rafsanjani, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai ‘Pentingnya Perlindungan Hak Paten di Ranah Digital’.

Menurutnya, geliat ekonomi kreatif para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia penting dalam mendukung stabilitas pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif. Tak kalah penting lagi adalah memberikan perlindungan kekayaan intelektual produknya, baik dari segi merek, paten, hak cipta maupun desain industri.

“Hak paten bagi UMKM berguna sebagai perlindungan hukum terhadap pencipta dan karya ciptanya, bentuk antisipasi pelanggaran hak kekayaan intelektual dan meningkatkan kompetisi serta memperluas pangsa pasar,” ujarnya.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Salah satu pertanyaan menarik peserta adalah tentang bagaimana meningkatkan kepercayaan diri agar dapat berkomunikasi di dunia digital secara efektif.

Narasumber menjelaskan, perlu persiapan terkait apa yang akan dikomunikasikan dan dengan siapa kita berkomunikasi. Gunakan bahasa yang baik, benar, dan tepat sesuai dengan sasaran komunikasi.

Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top