search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kuasa Hukum PT Asuli Jaya Globanindo Apresiasi Mabes Polri

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 23 November 2021 15:00
Jardianto Jabir SH MH. foto: istimewa
Jardianto Jabir SH MH. foto: istimewa

Ungkap Pemalsuan Bilyet Giro Palsu BNI

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kuasa Hukum PT Asuli Jaya Globanindo, Jardianto Jabir SH MH, mengapresiasi kinerja Bareskrim Mabes Polri dalam mengungkap oknum mantan pegawai Bank BNI Kantor Cabang Utama (KCU) Makassar yang terlibat tindak pidana perbankan.

Jardianto Jabir, Selasa (23/11/2021), mengatakan, tersangka MBS adalah wanita, mantan pegawai Bank BNI Kantor Cabang Utama Makassar.

“Pada 4 Mei 2021 lalu, kami melapor di Polda Sulsel terkait tindak pidana perbankan, karena melibatkan perusahan klien kami,” ujarnya.

Tersangka dugaan pemalsuan bilyet giro nasabah Bank BNI berinisial MBS, kemudian diserahkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri ke kantor sementara Kejari Makassar di Jl Letjen Hertasning, Kota Makassar untuk ditahan di Rutan Polda Sulsel.

Penyerahan tersangka merupakan tindak lanjut dari hasil penyidikan oleh penyidik dan telah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Itu setelah dilakukan penelitian terhadap berkas perkara serta telah memenuhi syarat formil maupun materiil.

Terhadap tersangka disangkakan pasal berlapis, yakni Pasal 49 ayat (1) huruf a, b atau ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dan Pasal 3 serta Pasal 5 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Tersangka MBS telah melanggar Undang-Undang Perbankan serta TPPU yang mengakibatkan kerugian korban nasabah sekitar Rp65 miliar,” katanya.

Kasus ini bermula saat beberapa nasabah Bank BNI Kantor Cabang Utama Makassar mengaku kehilangan dana depositonya pada Juni 2021.

“Nasabah tersebut adalah Hendrik dan Heng Pau Tek dengan nilai Rp20 miliar. Selanjutnya, pada September 2021, nasabah lainnya, Andi Idris Manggabarani juga menyatakan kehilangan uang depositonya senilai Rp45 miliar dan diantaranya ada dua orang dan total sembilan bilyet dengan total sebesar 110.000.000.000 (seratus sepuluh miliar rupiah),” kata Jardianto Jabir.

Para nasabah yang kehilangan uang di depositonya kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak BNI. Menanggapi aduan itu, manajemen Bank BNI di Jakarta selanjutnya melaporkan ke Bareskrim Mabes Polri, selanjutnya bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka diduga melakukan kejahatan tindak pidana perbankan dan pencucian uang (money laundering).

Saat ini, JPU Kejari Makassar telah melakukan penahanan terhadap tersangka MBS selama 20 hari ke depan dan selanjutnya disusun administrasi pada proses pelimpahan ke Pengadilan Negeri Makassar untuk disidangkan.

“Kepada tersangka telah dilakukan penahanan, karena memenuhi syarat subjektif dan objektif sebagaimana diatur dalam KUHAP, dimana tersangka kami titipkan penahanannya di Rutan Polda Sulsel,” kata Hairil, Jaksa Kejari Makassar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top