search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Abdul Hayat Ajak Pemuda Berperan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

doelbeckz - Pluz.id Senin, 06 Desember 2021 15:00
Abdul Hayat Gani. foto: istimewa
Abdul Hayat Gani. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ketua Pengurus Daerah Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, berharap kalangan pemuda dapat ikut serta dalam mengisi pembangunan selama masa pandemi Covid-19. Pemuda diharapkan punya peran penting dalam meningkatkan ekonomi di masa sulit seperti saat ini.

Abdul Hayat mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2022. Saat pemerintah daerah menerima DIPA 2022 Presiden berharap proses lelang sudah dapat berproses Desember 2021 dan pelaksanaannya di Januari 2022.

“Kecepatan itu dibutuhkan pertama bahwa keuangan ini tersebar di 24 kabupaten/kota yang ada di Sulsel. Yang kedua adalah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Tentu kita ingin serba cepat, ada tiga hal yang dituntut di sini dalam program prioritas nasional ini. Pertama, adalah pandemi Covid-19 dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan. Kedua, pemulihan ekonomi, dan ketiga adalah jaring pengamanan sosial,” ujarnya.

Abdul Hayat mengatakan, untuk mendorong ketiga variabel tersebut, maka dibutuhkan suatu inovasi yang produktif, daya saing yang kuat berkarakter, dan tentunya peran pemuda menjadi prioritas penentu dalam mengambil bagian penting di dalam program ini.

“Apa yang bisa kita lakukan dalam rangka mendukung visi misi Bapak Gubernur Sulsel, kita ingin paling tidak sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan perkebunan menjadi basis terdepan. Kenapa kita lakukan ini? Karena sejalan dengan potensi daerah di Sulsel. Tinggal mengambil pemuda yang betul-betul memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni untuk melakukan itu, karena kalau SDM-nya lemah tentu terjadi kelambatan, sehingga gayung bersambut antara SDM yang kuat dengan potensi daerah yang kuat. Ketika keduanya kuat di tengah-tengahnya pasti ada inovasi di situ,” katanya.

“Seperti yang tadi sudah saya jelaskan di awal, seperti pertanian, perikanan, kelautan, kehutanan, dan perkebunan. Untuk melakukan itu, pemerintah daerah tidak bisa jalan sendiri, peran pemuda di semua organisasi kepemudaan yang konsen di bidangnya yang tadi saya sebutkan. Nantinya tentu kita berharap menjadi mitra startegis, karena bila dua hal ini dilakukan, maka ekspor dan investasi bisa cepat,” tambahnya.

Saat ditanya peran pemuda dalam mendukung investasi di Sulsel, Abdul Hayat mengatakan, investasi dari luar negeri nantinya dapat membuka lapangan kerja. Kalau investasi itu berjalan baik tentunya lapangan kerja itu terbuka, maka kemiskinan akan turun.

“Semua orang akan bertanya, siapa yang mendorong ini? Yah, barang tentu adalah pemuda yang harus kita dorong. Siapa yang bisa melakukan ini, tentu menjadi perhatian mewujudkan yang namanya melindungi segenap bangsa Indonesia. Itu ada di Undang-Undang. Untuk itu, saya berharap teman-teman se-kabupaten/kota dapat berperan sebagaimana menjadi prioritas penting untuk melihat dari sisi sektor yang tadi saya maksud,” jelasnya.

“Saat ini pemerintah butuh percepatan, butuh akselerasi, dan butuh sinergiritas. Tujuannya satu untuk membangun percepatan peningkatan kesejahteraan dan penurunan angka kemiskinan,” tambah Abdul Hayat yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel ini.

Sementara, saat ditanya terkait dengan pemuda yang memiliki potensi SDM yang berinovasi, Ketua PPM Sulsel ini, kemudian menjelaskannya, ke depan pemuda tidak harus berharap terus bantuan datang dari pemerintah, tapi bagaimana pemuda itu optimalkan dirinya. Seperti contoh pemuda itu kuat dengan seni atau olahraga, pemuda itu jangan selalu berharap bantuan keuangan.

“Kalau di suatu daerah memiliki potensi alam yang bisa dikerjakan dan mereka dapat lebih mandiri, nantinya setelah berkembang lalu ada stimulan, tapi itu bukan satu-satunya, begitu bicara kelompok pemuda kasih uang, karena kita ini jangan sampai konsumtif, kita ingin produktif,” katanya.

“Kita ingin pemuda itu produktif, harus berinovasi. Ketua PPM di daerah nantinya mengindentifikasi potensi yang ada di daerah. Kita titip di sumber-sumber yang ada misalkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang ada di daerah, perusda yang ada, sehingga itu bisa jalan,” tambahnya.

“Jadi ormas kepemudaan menginventarisir, saya ambil contoh misalkan ormas Pemuda Panca Marga. PPM itu ada di seluruh kabupaten/kota hingga kelurahan ataupun desa. Nantinya, kami akan memberikan edukasi serta koordinasi untuk disosialisasikan,” sambung Abdul Hayat. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top