PLUZ.ID, BULUKUMBA – Pengurus Daerah dan Kecamatan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (Pordi) Kabupaten Bulukumba resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2022-2026. Pengukuhan pengurus organisasi cabang olahraga yang baru ini, digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Jumat (11/3/2022).
Pengurus Daerah Bulukumba dikukuhkan Ketua Pordi provinsi Sulsel Andi Baso Ryadi Mappasulle, selanjutnya setelah dikukuhkan Ketua Pordi Bulukumba Andi Haris Ishak juga mengukuhkan para pengurus Pordi Kecamatan se-Kabupaten Bulukumba.
Usai dikukuhkan, Andi Haris Ishak dalam sambutannya menyampaikan jika keberadaan rekan-rekan Pordi di Bulukumba memiliki tantangan tersendiri bahwa olahraga domino yang selama ini, digandrungi mendapat stigma negatif yang cenderung diidentikan dengan permainan judi.
Sebagai pengurus Pordi, pihaknya memiliki tugas dan tanggung jawab bagaimana mengajak dan menyampaikan kepada masyarakat bahwa image yang berkembang ini, sangatlah tidak benar jika permainan domino itu adalah permainan judi.
“Hemat saya bahwa kalau ini (domino) yang menjadi alasan, karena dipakai bermain judi dengan memakai uang, maka tentu bukan saja domino yang dijadikan alat judi, namun banyak hal di sekeliling kita dapat dijadikan alat judi,” ungkapnya.
Haris mengaku, bersyukur dengan adanya beberapa orang yang mencetuskan dan memasukkan memasukkan domino sebagai salah satu cabang olahraga.
“Saya sangat bersyukur, kenapa? bahwa selama ini saya secara pribadi sangat suka dan hobi dengan pertandingan domino dan di sisi lain saya bersama dengan teman-teman aktif melakukan syiar agama,” kata Haris yang merasa tertantang mengubah stigma domino ini, menjadi olahraga asah otak yang bisa ditekuni secara profesional.
Lebih lanjut dikatakan, ada yang unik di dalam aturan domino yang diatur Pordi. Domino mengajarkan tentang kejujuran. Bahwa jika ada peserta berbohong atau mengaku tidak ada padahal kartu yang dipegang ada, maka peserta tersebut didenda empat poin.
Ketua Pordi Sulsel, Andi Baso Ryadi Mappasulle mengatakan, Pordi Bulukumba adalah Pengurus Daerah (Pengda) Pordi ke-11 yang ia kukuhkan di Sulsel.
“Terima kasih. Saya sangat bangga bisa melantik pengurus Pordi di kampung saya sendiri,” ujarnya.
Andi Adi, sapaan akrabnya, menceritakan sekilas sejarah terbentuknya Pordi.
Dikatakan, pada tahun 2019, ada sembilan orang dewan pendiri, salah satunya mantan Kapolda Sulselbar, Burhanuddin Andi, termasuk dirinya yang saat ini diamanahkan menjadi Ketua Pordi Sulsel.
Saat ini, lanjutnya, Pengurus Besar Pordi sudah menyerahkan dokumen awal di KONI Pusat untuk memenuhi persyaratan sebagai cabang olahraga resmi yang tergabung di KONI. Beberapa persyaratannya, antara lain di tingkat Pengurus Besar minimal 17 provinsi yang harus dibentuk dan tingkat wilayah minimal delapan kabupaten/kota untuk pembentukan pengurus daerah.
Persyaratan lainnya adalah sudah pernah melaksanakan minimal empat Kejuaraan Nasional atau Liga Nasional.
“Alhamdulillah, saat ini kita sudah launching satu liga nasional dimulai dengan liga kabupaten dan liga provinsi dan hasilnya nanti akan dipertandingkan di nasional,” ujarnya.
Saat ini pihaknya telah menyelenggarakan liga di dua kabupaten, yaitu di Pinrang dan Sinjai menyusul pada akhir bulan ini, juga akan dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba.
“Jadi kenapa kita lakukan liga secara berjenjang, oleh karena kita tidak mau ada atlet abal-abal di domino ini,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Andi Adi juga mengultimatum semua anggota Pordi jika ditemukan terbukti melakukan judi, maka pihaknya akan langsung mengeluarkan orang tersebut dari keanggotaan Pordi dan tidak diperkenankan lagi bermain di even yang dilaksanakan Pordi.
Sementara, Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengemukakan, domino adalah permainan mengasah otak, bagaimana cara melihat atau membaca pikiran lawan sehingga kita bisa memenangkan pertandingan.
Permainan domino bukan olahraga yang mengandalkan ketangkasan fisik sebagaimana cabang olahraga lainnya, seperti tenis. Tapi olahraga domino ini mengandalkan otak, sehingga orang-orang yang sudah tua juga masih cocok menekuni domino untuk merefresh otaknya
Andi Utta sapaan akrabnya mengaku, lima tahun terakhir di waktu-waktu senggangnya ia selalu bermain domino, bahkan ketika ia keluar mancing di laut, maka sepanjang perjalanan ia bisa main domino.
“Saya ini juga hobi main domino, bahkan saya justru berikan hadiah lawan jika ia mampu mengalahkan saya. Bukan meremehkan tapi lebih kepada memberi semangat bermain,” kata Andi Utta yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Pengurus Besar Pordi.
Andi Utta sepakat, image domino yang identik dengan judi harus ditepis. Oleh karena itu, menurutnya, permainan apa saja bisa dihubungkan dengan judi.
Untuk itu, ia mengajak pengurus Pordi untuk membawa domino ini ke permainan olahraga yang melatih andrenalin dan otak, sehingga bisa melahirkan bibit-bibit atlet domino yang profesional.
Lebih lanjut dikatakan, domino ini adalah olahraga rakyat, yang juga menjadi ajang silaturahmi ketika ada hajatan-hajatan keluarga yang dilaksanakan di kampung-kampung. Bahkan, menjadi ajang sosialisasi jika ada pesta demokrasi.
“Olahraga domino ini adalah permainan rakyat yang tidak mengenal usia, pekerjaaan, jabatan, dan status sosial dan saya kira banyak hal bisa diselesaikan di meja domino,” bebernya. (***)