PLUZ.ID, BULUKUMBA – Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bulukumba, Jumat (26/5/2022).
Kunjungan orang nomor satu di wilayah Kodam XIV Hasanuddin ini, disambut baik di kabupaten berjuluk ‘Bumi Panritalopi’.
Selain Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, tampak hadir menyambut kunjungan Pangdam, diantaranya Ketua DPRD H Rijal, Dandim 1411/Blk Letkol CZI Dendi Subekti, Kajari Cahyadi Sabri, Kapolres Bulukumba AKBP Suryono Ridho Murtedjo, Sekda Muh Ali Saleng, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupatwn (Pemkab), tokoh agama, dan tokoh masyarakat Bulukumba.
Pangdam didampingi Kapoksali Pangdam XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Andi Kaharuddin, Danrem 141/Tp Brigjen TNI Djasa Djamin LL, Asops Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Sitepu, Aslog Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Topri Dg Balau, Ka Pendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Rio Purwantoro, para asisten Pangdam, dan Ketua Persit KCK XIV/Hasanuddin Amelia Andi Muhammad.
Sebelum bertandang ke Rumah Jabatan (Rujab) Bupati, Pangdam yang menginap di Tanjung Bira ini, terlebih dahulu mengunjungi Makodim 1411 Bulukumba, memberikan pengarahan kepada jajaran Kodim 1411 Bulukumba.
Setelah itu, Pangdam Mayjen TNI Andi Muhammad meninjau donor darah bakti sosial sekaligus menyalurkan bantuan bahan pokok kepada warga di Tribun Lapangan Pemuda.
Mayjen TNI Andi Muhammad dalam mengawali arahannya, mengaku, mengenal Andi Muchtar Ali Yusuf sejak sebelum menjadi bupati.
Ia sekaligus memuji sosok Andi Utta, sapaan akrab Andi Muchtar Ali Yusuf, dalam merintis dan memperjuangkan usahanya.
“Beliau (Andi Utta) terkenal bukan karena sudah menjadi bupati. Dari dulu beliau terkenal. Dijuluki petarung,” ujar Pangdam saat silaturahmi dan tatap muka dengan Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Pendopo Rujab Bupati Bulukumba.
Andi Muhammad mengaku, kagum dengan potensi alam yang dimiliki Kabupaten Bulukumba, sehingga ia yakin pemerintahan di era Andi Utta potensi ini, mampu dikembangkan.
“Insya Allah, saya tidak pernah ragu dengan kepemimpinan bupati dan wakil bupati dalam rangka mengembangkan apa potensi yang ada di Bulukumba ini, terutama di wisata baharinya,” kata Pangdam yang mengenang masa kecilnya biasa berkunjung di Tanjung Bira.
Saat memaparkan kondisi Bulukumba, Andi Utta menyinggung mengenai potensi budaya Bulukumba dengan kehadiran pembuatan perahu Pinisi yang telah diwariskan secara turun temurun.
Namun, Andi Utta mengaku, khawatir dengan pelestarian pembuatan perahu Pinisi ini bisa bertahan selamanya karena adanya keterbatasan bahan baku kayu masuk di Bulukumba.
“Para pengusaha atau pengrajin Pinisi kesulitan mendapat pasokan bahan baku kayu dari luar karena prosedurnya sangat berbelit belit,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Pangdam Mayjen TNI Andi Muhammad mengaku, akan berupaya membantu mencarikan solusinya agar pasokan kayu untuk industri perahu di Bulukumba bisa lebih mudah.
Sumber kayu, lanjutnya bisa didapatkan di Buton Utara dan itu masih wilayah Kodam XIV Hasanuddin.
“Kenapa tidak dibantu kalau itu untuk kepentingan industri kapal, kalau perlu kita kawal,” ungkapnya disambut aplaus dari para hadirin.
Menurut cucu Raja Bone ke 32 Andi Mappanyukki ini, langkah itu bisa dilakukan selama untuk kepentingan masyarakat, misalnya adanya penyerapan tenaga kerja serta dapat meningkatkan pendapatan daerah. (***)