search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Harga BBM Bersubsidi Mengalami Kenaikan

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 03 September 2022 20:54
BERI KETERANGAN. Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri menyampaikan pernyataan perihal pengalihan subsidi BBM di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). foto: istimewa
BERI KETERANGAN. Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri menyampaikan pernyataan perihal pengalihan subsidi BBM di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi mengalami kenaikan.

Harga Pertalite yang sebelumnya Rp7.650 per liter disesuaikan menjadi Rp10.000 per liter dan harga solar bersubsidi yang sebelumnya Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Selain itu, harga Pertamax (nonsubsidi) juga mengalami penyesuaian, dari Rp12.500 menjadi Rp14.500.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menyampaikan mengenai penyesuaian harga BBM bersubsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Hari ini, tanggal 3 September tahun 2022, pukul 13.30 WIB, pemerintah memutuskan untuk menyesuaikan harga BBM subsidi,” ujarnya.

Menteri ESDM menyampaikan, penyesuaian harga BBM ini, berlaku mulai 3 September 2022 pukul 14.30 WIB.

“Ini berlaku satu jam sejak saat diumumkannya penyesuaian harga ini, jadi akan berlaku pada pukul 14.30 WIB,” kata Arifin.

Pemerintah Alihkan Subsidi BBM Agar Lebih Tepat Sasaran
Pemerintah secara resmi mengumumkan pengalihan subsidi BBM. Pengumuman tersebut disampaikan langsung Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (3/9/2022) siang.

Pengalihan subsidi BBM ini, bertujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

“Lebih dari 70 persen subsidi justru dinikmati kelompok masyarakat yang mampu, yaitu pemilik mobil-mobil pribadi. Mestinya, uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu,” ujar Presiden.

Di tengah lonjakan harga global, pemerintah telah berupaya untuk menekan harga BBM agar tetap terjangkau masyarakat. Anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 pun telah meningkat tiga kali lipat dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun.

“Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM, sehingga harga beberapa jenis BBM yang selama ini mendapat subsidi akan mengalami penyesuaian,” ujarnya.

Dengan pengalihan subsidi BBM ini, pemerintah menambahkan bantalan sosial bagi masyarakat. Pertama, Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dengan total sebesar Rp12,4 triliun.

“Diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu, sebesar Rp150 ribu per bulan, dan mulai diberikan bulan September selama empat bulan,” ujar Presiden.

Pemerintah juga menyalurkan Bantuan Subsidi Gaji/Upah (BSU) dengan alokasi anggaran sebesar Rp9,6 triliun yang diperuntukkan bagi 16 juta pekerja.

“Pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp9,6 triliun untuk 16 juta pekerja dengan gaji maksimum Rp3,5 juta per bulan dalam bentuk Bantuan Subsidi Upah yang diberikan sebesar Rp600 ribu,” ujarnya.

Di samping itu, Presiden juga telah memerintahkan pemerintah daerah untuk menggunakan dua persen Dana Transfer Umum (DTU) sebesar Rp2,17 triliun untuk bantuan angkutan umum, bantuan ojek online, dan untuk nelayan.

“Pemerintah berkomitmen agar penggunaan subsidi yang merupakan uang rakyat harus tepat sasaran. Subsidi harus lebih menguntungkan masyarakat yang kurang mampu,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top