search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Andi Utta ke ASN Bulukumba: Jadi Pejabat, Jangan Mimpi untuk Kaya

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 24 November 2022 13:10
Andi Muchtar Ali Yusuf. foto: istimewa
Andi Muchtar Ali Yusuf. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, benar-benar ingin memastikan jabatan dari aparaturnya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Ia tak ingin, jabatan itu karena hubungan kedekatan tanpa ada kompetensi di bidangnya.

“Jangan karena dekat dengan saya, atau Pak Wakil dan Pak Sekda, anda dapat jabatan. Saya mau semua yang menjabat sesuai dengan kompetensinya,” kata Muchtar Ali Yusuf dalam sambutannya pada launching Aksi Perubahan PKA dan PKP di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (23/11/2022).

Oleh karena itu, bupati berlatar pengusaha ini, menginginkan agar Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menduduki jabatan memahami apa yang menjadi tugas pokoknya, sehingga dapat bekerja secara profesional.

“Jadi kalau ada pejabat yang tidak sesuai dengan kemampuannya, sampaikan langsung kalau tidak sanggup dengan jabatan seperti itu. Sampaikan kalau memang bisanya di tempat lain,” ujarnya.

Sebab, menurut bupati yang akrab disapa Andi Utta ini, kompetensi yang dimiliki akan berdampak pada kualitas kerja. Ketika tidak konsen, hasil kerja juga tidak akan maksimal. Sebaliknya, jika sesuai bakat dan background, semua pekerjaan akan maksimal.

“Terpenting juga, lakukan program berdasar kajian. Apa outputnya program itu?. Dengan demikian, program kita berkualitas. Pastikan program itu bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Andi Utta juga menginginkan agar roda pemerintahannya dapat bergerak cepat.

Ia menyebut, era saat ini yang serba digital, membuat persaingan lebih kompetitif.

“Mereka yang ada di luar adu kompetisi. Mindset kita juga, kompetisi dan kolaborasi agar bisa sama-sama berinovasi,” terangnya.

Ia juga mengemukakan bahwa menjadi ASN atau pun pejabat pemerintahan untuk tidak bermimpi untuk kaya.

“Kalau mau hidup cukup, jadi pegawai. Kalau mau kaya, jadi pengusaha,” ujar Andi Utta.

Widyaiswara Ahli Madya PPSDM Kemendagri Regional Makassar, Muhammad Nasir, mengaku, sangat mendukung komitmen Bupati Bulukumba dalam menempatkan ASN yang tepat di tempat yang tepat.

“Saya sangat mendukung apa yang disampaikan Pak Bupati. Sebab kalau ini tidak bisa diwujudkan, maka sampai kapan pun daerah tidak akan maju. Kalau kita tidak bisa menempatkan orang tidak sesuai dengan kompetensinya atau kemampuannya, jangan harap ada perubahan,” jelasnya.

Nasir menuturkan, substansi launching rencana aksi perubahan dari reformer, yaitu ingin memberitahukan kepada semua pihak tentang rencana aksi perubahannya, khususnya kepada penentu kebijakan.

Sehingga, katanya, ada dalam ‘tanda petik’ yang selalu mengawasi, apakah rencana inovasi yang telah digagas itu, berjalan atau tidak.

“Makanya, kami dari PPSDM regional Makassar ambil inisiatif agar rencana inovasi ini dilaunching, supaya khalayak bisa tahu,” jelasnya.

Berikut peserta diklat yang inovasinya dilaunching di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba:
1. H Andi Rahmat Syafri SIP MAdmKP (Camat Bontotiro) dengan inovasi Lakina Bontotiro (Laskar Kartu Identitas Anak Kecamatan Bontotiro)

2. Rahmatiah Nur Aliah TSP (Kasubag Umum dan Kepegawaian Inspektorat Daerah Kabupaten Bulukumba) dengan inovasi Sifut Cantik (Sekretariat Penginputan Angka Kredit Fungsional Tertentu Cepat Akurat dan Terkoneksi)

3. Irham Samsurya Nawir SSTP MAP (Lurah Ela-ela, Kecamatan Ujung Bulu) dengan inovasi Dilamar di Ela-ela (Digitalisasi Layanan Administrasi Akte Kelahiran di Kelurahan Ela-ela).

4. Yuliastuty SE (Kabid Akutansi & Pelaporan BPKPD) dengan inovasi Panrita Go! (Percepatan Rekonsiliasi Terintegrasi Aplikasi Google Spread)

5. Hj Syamiah (Kabag Kesra Setda) dengan inovasi Kopasus (Kelompok Peduli Usaha Kesehatan Sekolah)

6. Alamsyah SE MSi (Lurah Tanah Kongkong, Kecamatan Ujung Bulu) dengan inovasi Om Sayang (Optimalisasi Layanan Data Kependudukan yang Akurat di Kelurahan Tanah Kongkong)

7. Jalaluddin SE (Kasi Penetapan dan Penagihan) dengan inovasi Optimalisasi Layanan Peningkatan Pendataan dan Penagihan Pajak PBB-P2. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top