search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Gandeng IMA Kerja Sama Branding Makassar Kota Makan Enak

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 28 Januari 2023 13:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menandatangani kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar dalam branding Makassar Kota Makan Enak.

Penandatanganan MoU ini, berlangsung di sela-sela acara Pelantikan dan Raker IMA Chapter Makassar Periode 2022-2024 di Hotel Maxone Makassar, Sabtu (28/1/2023).

“Pemkot (Pemerintah Kota) Makassar sangat berharap supporting dari IMA. Saya target Februari ini, ekosistemnya sudah selesai dan diharapkan IMA ikut membantu ini,” katanya.

Danny Pomanto menuturkan, bantuan IMA akan menjadi lebih baik, apalagi dengan perilaku masyarakat yang suka makan di luar.

“Kota Makan Enak itu menghidupkan ekosistem kuliner. Mari satukan pikiran kita membuat dunia itu terus baru dan Makassar unggul,” tuturnya.

Danny menceritakan, dahulu ia membranding diri sendiri untuk maju Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) itu tidak biasa. Pasalnya, dirinya tidak punya pengalaman, hanya orang biasa, pendatang baru, bukan politisi, bukan bangsawan, bukan birokrat, tetapi berani menerima tantangan untuk maju.

Oleh karena itu, dirinya mengangkat branding Ana’ Lorongna Makassar.

“Kenapa anak? Karena kalau orang dengar kata anak itu, maka sayang. Dan itu viral, alhasil itu marketingnya,” kisah Danny.

Presiden IMA Chapter Makassar, Taufik Haris Rachmat, mengatakan, pada prinsipnya pihaknya mendukung upaya Danny Pomanto dengan membranding ulang Kota makassar dengan tagline Makassar Kota Makan Enak.

Hal itu, karena dua alasan penting, diantaranya, kata-kata ini sangat produktif dan mengerucut, sekali baca langsung sampai pesannya.

Begitu pula dengan diksi yang diplih sangat tepat, karena kata kerja makan enak artinya mengajak.

Taufik mengungkapkan, dukungan dari IMA, yakni mendalami strategi marketingnya.

“Marketing itu tidak hanya orang tahu tentang produk kita tetapi marketing mendalami mulai dari orang kenal produk kita, tertarik produk kita, mau mendekat dan membeli, dan kemudian membeli lagi dan lagi,” ungkapnya.

Tahapan selanjutnya adalah teknisnya. “Simpelnya adalah kalau poin satu menata ide maka poin dua menata aksi agar efektif dan efisien. Contoh dengan anggaran Rp1 miliar dengan seribu aksi, maka dicoret-coret lah 1.000 aksi itu menjadi hanya 10, tetapi gimana cara aksi itu berefek 70-80 persen dari keseluruhan target ide,” paparnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top