PLUZ.ID, BULUKUMBA – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bulukumba melaksanakan kegiatan penanaman pohon di sekitar Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT) Bulukumba, Jumat (17/3/2023).
Kegiatan ini melibatkan 74 orang peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2021 Kabupaten Bulukumba, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba.
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Bulukumba, Ahmad Rais Haq, mengatakan, aksi tanam pohon ini, merupakan bentuk kepedulian lingkungan yang hendak ditanamkan bagi segenap peserta latsar, melalui bakti sosial penanaman pohon dan membersihkan lingkungan masjid.
Adapun bibit pohon yang ditanam bukan hanya tanaman hias, akan tetapi pohon buah-buahan, seperti mangga, alpukat, durian, dan sebagainya.
Bibit tersebut merupakan bantuan dari DLHK Kabupaten Bulukumba serta dari para peserta latsar sendiri.
Rais mengatakan, dipilihnya rumah ibadah sebagai lokasi kegiatan, bertujuan untuk mendukung program penghijauan pemerintah khususnya di area Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Apalagi, kita akan memasuki Ramadan. Kebersihan dan suasana asri tentu akan memberi kenyamanan saat melaksanakan ibadah di masjid,” katanya.
Salah seorang peserta latsar, Andi Muhammad Ajis, mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan nilai BerAHKLAK bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni dedikasi yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
Ia bersama seluruh teman angkatannya merasa bangga menjadi bagian dari kegiatan peduli lingkungan ini.
“Beberapa di antara kami secara sukarela juga menyumbangkan bibit pohon buah. Semoga tanaman ini dapat tumbuh subur dan hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar khususnya jemaah masjid,” ungkapnya.
Perwakilan Pengurus Masjid Islamic Center Dato Tiro, Haris, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas dipilihnya Masjid Islamic Center Dato Tiro sebagai lokasi kegiatan.
Menurutnya, Masjid ICDT yang merupakan ikon kebanggaan Bulukumba, banyak disinggahi masyarakat bukan hanya yang berasal dari Bulukumba. Sehingga, menjaganya tetap bersih dan tertata tentu menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. (***)