search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kapus Tamalate dan Lurah Turun Langsung Bantu Bayi Malnutrisi di Balang Baru

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 29 Maret 2023 12:00
PEDULI. Lurah Balang Baru bersama Kepala Puskesmas Tamalate turun langsung menemui keluarga bayi berumur delapan bulan yang mengalami gizi buruk di Jl Balang Baru, Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (28/3/2023). foto: istimewa
PEDULI. Lurah Balang Baru bersama Kepala Puskesmas Tamalate turun langsung menemui keluarga bayi berumur delapan bulan yang mengalami gizi buruk di Jl Balang Baru, Balang Baru, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (28/3/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Puskesmas Tamalate dan Kelurahan Balang Baru Kota Makassar turun langsung menemui keluarga bayi berumur delapan bulan yang mengalami gizi buruk di Jl Balang Baru, Balang Baru Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (28/3/2023).

Lurah Balang Baru bersama Kepala Puskesmas (Kapus) Tamalate turut hadir di lokasi memastikan kondisi dan penanganan bayi tersebut.

Lurah Balang Baru, Rizal Febrian Iskandar, mengungkapkan, dirinya bersama Kapus Tamalate hadir untuk membujuk pihak keluarga bayi agar mau dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Daya.

“Saya dan Kapus Tamalate langsung ke rumah keluarga untuk bujuk agar mau ke RSUD Daya,” jelasnya.

Rizal menuturkan, sebelumnya pihak keluarga bayi tersebut telah melakukan pengecekan di Puskesmas terdekat, pihak Puskesmas lantas merujuk bayi untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan di RSUD Daya.

“Bayinya umur delapan bulan berat badannya baru 4,2 Kilogram (Kg),” ujarnya.

Rizal mengatakan, pihak Puskesmas menilai kondisi bayi malnutrisi tersebut, harus mendapatkan perawatan dan penanganan secara intensif di RSUD Daya.

Sehingga, perawatan intensif sempat diberikan kepada bayi di RSUD Daya selama tiga hari pada 13-15 Maret 2023 lalu. Selanjutnya, keluarga bayi menolak rujukan perawatan ke rumah sakit karena tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Keluarga bayi menolak dirujuk Ke RSUD Daya karena tidak memiliki (KIS), sementara kondisi bayi tidak memungkinkan untuk dilakukan perawatan di Puskesmas Tamalate,” jelasnya.

Kendati demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sendiri tengah bekerja keras agar penurunan angka stunting menjadi zero stunting dapat terwujud.

Oleh karena itu, pihak kelurahan dan Puskesmas kembali datang membujuk pihak keluarga bayi.

Rizal mengatakan, pemerintah setempat saat ini juga tengah membuatkan KIS untuk bayi tersebut.

“Kita sedang proses juga untuk kita buatkan KIS-nya,” jelas Rizal

Rizal menuturkan, pihak Puskesmas telah menjemput dan mengantar keluarga bayi tersebut untuk dirawat kembali di RSUD Daya.

“Hari ini juga diantar ke Rumah Sakit Daya sama tim Puskesmas,” tuturnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top