search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

HUT Dekranas Ke-43, Naoemi Octarina Perkenalkan Produk Unggulan Pemprov Sulsel

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 18 Mei 2023 10:00
HUT DEKRANAS. Ketua Dekranasda Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina (kanan), menghadiri Hari Jadi Dekranas ke-43 yang dipusatkan di Hotel Santika Medan, Sumatra Utara, Selasa (16/5/2023). foto: istimewa
HUT DEKRANAS. Ketua Dekranasda Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina (kanan), menghadiri Hari Jadi Dekranas ke-43 yang dipusatkan di Hotel Santika Medan, Sumatra Utara, Selasa (16/5/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, MEDAN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina, menghadiri Hari Jadi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-43 yang dipusatkan di Hotel Santika Medan, Sumatra Utara, Selasa (16/5/2023).

Kegiatan Dekranas dengan mengusung tema ‘Wirausaha Baru Tercipta, Perajin Berjaya’ ini, diharapkan menciptakan regenerasi perajin yang unggul, untuk bisa menggali, melestarikan warisan budaya bangsa dan lebih mencintai produk milik negeri sendiri.

Dalam kesempatan itu, istri Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, jika Dekranasda Sulsel siap menjadi mitra pemerintah untuk mendukung peran perajin dalam meningkatkan perekonomian nasional khususnya di Provinsi Sulsel.

Ia juga menambahkan, di Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-43 yang dipusatkan di Kota Medan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel juga dilibatkan dari segi eksponya.

“Jadi kita masukkan stannya Provinsi Sulsel dan produk-produk unggulan dari kabupaten/kota, seperti Kabupaten Wajo kain sutra, Kabupaten Jeneponto kain tope, kerajinan perak dari kabupaten Takalar dengan khas tulisan lontarnya begitu juga dengan kabupaten Bulukumba, songkok lontar dari Kabupaten Takalar, dan kain Sarita dari Kabupaten Toraja,” ucap Naoemi Octarina yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel.

Sebenarnya, kata Naoemi, kain Sarita yang paling banyak yang cari dan habis terjual tapi, stoknya terbatas yang dibawa.

“Kita berharap ke depannya agar para pengerajin di Sulsel bisa jauh lebih kreatif lagi dan update perkembangan teknologi yang dipadukan dengan tradisional, selain itu regenerasi Sumber Daya Manusia (SDM) bisa bekerja sama dengan SMK atau ekstrakurikuler untuk melestarikan budaya yang ada di Provinsi Sulsel,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Ketua Panitia HUT Dekranas ke-43, Endang Sri Hayati Budi Karya Sumadi, mengatakan, tujuan kegiatan peringatan HUT Dekranas yang ke-43 ini, adalah untuk memperingati terbentuknya Dekranas yang didirikan pada 3 Maret 1980 lalu.

“Selain itu, ajang ini menjadi ajang apresiasi dan promosi kebudayaan Indonesia yang tercermin dalam berbagai macam produk kerajinan,” katanya.

Endang menjelaskan, tema yang diusung dalam HUT Dekranas ke-43 adalah ‘Wirausaha Baru Tercipta Perajin Berjaya’ ini, diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan terhadap para perajin mulai dari pelatihan pendampingan, bantuan modal kerja, fasilitas promosi, pemasaran bakti sosial, dan dasar murah webinar.

“Para peserta Dekranas ini juga memperlihatkan hasil-hasil produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia,” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum Dekranas, Wury Ma’ruf Amin, mengatakan, Dekranas akan semakin aktif dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan perajin dan kualitas produk yang mereka hasilkan.

Selain itu, program-program Dekranas dan Dekranasda di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota tetap diselaraskan, sehingga dapat bergulir secara berkesinambungan.

“Sehingga perajin kita semakin berdaya saing dan produk-produk kerajinan Nusantara berbasis warisan tradisi dan budaya bangsa semakin diminati masyarakat,” kata Wury.

Perempuan bernama lengkap Wury Estu Handayani ini, menyadari, semakin berkurangnya jumlah perajin di Indonesia dari waktu ke waktu, hal itu tidak lepas dari belum berjalannya regenerasi para perajin.

Untuk itu, Dekranas bertekad untuk terus menciptakan wirausaha baru di bidang kerajinan atau kriya dengan pelatihan. Hal tersebut sejalan dengan tema HUT ke-43 Dekranas, yaitu ‘Wirausaha Baru Tercipta, Perajin Berjaya’.

“Kami berharap Dekranas menjadi wadah pembinaan pelaku usaha UMKM khususnya di sektor kerajinan. Kami mau mendorong tumbuhnya wirausaha setelah kita melewati masa pandemi,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top