PLUZ.ID, MAKASSAR – Seorang guru besar wanita dari kampus terkenal di Makassar tersinggung berat.
Ia melontarkan sumpah serapah di akun media sosialnya. Kata-kata tak pantas pun dituangkan di linimasa postingan medsosnya.
Berawal saat ia menghadiri resepsi pernikahan di hotel berbintang di kawasan Jl AP Pettarani Makassar. Pesta itu dihandel salah satu Wedding Organizer (WO) kenamaan di Makassar.
Guru besar berinisial Prof TM itu, mengaku, saat itu hendak ke depan dan mengaku dihalangi oleh salah seorang staf wanita WO tersebut. Pasalnya, melewati garis khusus VVIP.
“Ke pengantin tidak boleh duduk. Khusus tamu To***a. Pindah area tak boleh lewat garis. Khusus VVIP. WO (sebut nama) bren***k,” demikian postingan Prof TM.
Ia pun berang dan menuangkan kekesalannya di akun Facebooknya. Seperti dilihat, ada sekira 15 postingan sang profesor yang mengumbar amarah terhadap WO tersebut.
Versi WO
Sementara, versi WO, malam itu, Minggu, 6 Agustus 2023, pihak WO sebelumnya sudah melakukan briefing dengan pemilik hajatan. Termasuk penempatan tamu VIP, keluarga mempelai dan jalur entrance.
Jalur masuk pengantin ke pelaminan sudah dipasangi vinil putih. Sebenarnya, tidak ada larangan untuk menginjak vinil putih itu. Hanya saja, karena pengantin sudah siap masuk, maka areal entrance vinil putih disterilkan.
Pihak WO kemudian menempatkan satu staf untuk berjaga di situ. Pasalnya, sebentar lagi pengantin akan segera masuk.
SM, demikian staf yang ditugaskan berjaga di jalur entrance itu. Ketika itu sudah terdengar koordinasi di headset, pengantin sudah akan entrance. Semua kru siap. Termasuk SM yang bertugas mengamankan jalur entrance.
Ketika itulah, Prof TM tiba-tiba muncul dan hendak melintas di vinil putih. SM kemudian mendekati sang profesor. Maksudnya hendak meminta agar Prof TM berdiri di luar vinil putih. Pasalnya, kedua mempelai sudah bersiap masuk ke dalam ruangan.
“Tabe’ ibu, permisi…” SM belum menyelesaikan perkataannya ketika tiba Prof TM marah-marah.
“Kamu diam! Kamu diam!,” ujar Prof TM dengan nada tinggi.
SM kaget dengan bentakan itu. Padahal, ia baru mau menyilakan tamu itu, untuk berdiri di luar vinil putih.
SM mengaku, berusaha untuk berbicara kepada Prof TM, untuk menjelaskan apa yang hendak dia katakan.
“Akan tetapi, ibu itu tidak mau mendengarkan omongan saya. Ibu itu kemudian mengangkat ponselnya lalu memotret saya,” urai SM.
“Saya bilang ‘mohon maaf ibu kalau saya ada salah’, tapi ibu itu langsung berkata kepada saya ‘kamu kalau gak mau orang datang ke sini jangan undang orang’,” tambah SM menirukan perkataan Prof TM.
SM terus meminta maaf kepada Prof TM dan berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya ingin dia ucapkan tadi.
Pimpinan WO, IR kemudian mendekati SM yang saat itu masih meminta maaf kepada Prof TM.
IR lalu meminta SM untuk memanggil keluarga kedua mempelai yang duduk di kursi VIP keluarga, agar bisa menyambut kedatangan pengantin dan rombongannya.
SM lalu meninggalkan Prof TM dan mengarahkan keluarga mempelai untuk ikut bergabung berdiri di sepanjang luar vinil putih.
Setelah mempelai duduk di pelaminan, SM melihat Prof TM sedang bertanya kepada penjaga stand coto dan chef yang ada di area resepsi.
Rupanya, Prof TM sedang menanyakan apa nama EO yang membantu jalanya acara ini.
SM yang merasa masalah ini, belum selesai, kemudian mendekati kembali Prof TM dan berusaha untuk bisa berbicara dengan baik kepadanya tentang kesalahpahaman yang terjadi.
SM terus meminta maaf dan berusaha untuk menjelaskan yang sebenarnya.
“Maaf ibu, mohon maaf ibu boleh saya bicara?,” ujar SM.
“Saya mohon maaf ibu jika saya salah kata barusan. Mohon maaf ibu,” kata SM lagi.
Tapi SM tidak dihiraukan Prof TM. Ia terus marah-marah kepada SM dengan berkata, “kamu itu tidak becus!”.
“Mohon maaf ibu jika saya ada salah,” ujar SM lagi.
“Saya ini teman kantor ibu pengantin!” kata Prof TM dengan nada tinggi.
Saat itu, SM terus berusaha meminta maaf.
Dan Prof TM lalu berkata, “saya ini profesor. Saya bisa mengamuk di sini. Saya bisa hancurkan kursi yang di belakang sana. Kamu mau?!”.
Saat mendengar itu, SM mengaku hanya bisa meminta maaf terus-menerus, sambil berusaha untuk menjelaskan apa yang sebenarnya kepada Prof TM.
“Saya terus mengucap maaf kepada ibu itu dan berusaha menjelaskan, tapi ibu itu tidak mau mendengarkan penjelasan saya bahkan hanya sebentar,” ungkap SM.
SM mengaku, berusaha untuk terus mengejar Prof TM sambil meminta maaf, tetapi tidak dihiraukan lagi.
Lalu pada saat itu acara telah dimulai, para tamu undangan sudah banyak yang berbaris untuk bisa naik ke pelaminan. Termasuk Prof TM, juga ikut berbaris mengikuti antrean tamu lainnya.
Saat itu, SM merasa sudah tidak bisa lagi berbicara dengan Prof TM. SM kemudian melihat anak perempuan yang bersama Prof TM sedang duduk. SM mendekati dan mengucapkan ke anak itu, “mohon maaf dek”. Anak perempuan itu hanya tersenyum kepada SM sambil mengangguk. (**)