search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemkot Makassar Optimistis Lorong Wisata Raih Penghargaan Nasional

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 11 Agustus 2023 13:00
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar optimistis Program Lorong Wisata (Longwis) meraih penghargaan dalam even penghargaan nasional, Indonesia Awards yang digelar salah satu televisi nasional.

Penganugerahan ini, akan diuji dan diumumkan dalam waktu dekat.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, mengatakan, pihaknya optimistis program unggulan pemkot ini, dapat meraih penghargaan dalam even ini.

Danny menjelaskan, Lorong Wisata sendiri merupakan program serial lorong yang dimulai semenjak periode pertamanya.

Dari awalnya merupakan program Lorong Bersih, Lorong Sehat, Lorong KB, Lorong Inflasi, Smart Lorong, Badan Usaha Lorong, Lorong Garden dan yang terakhir ialah Lorong Wisata (Longwis).

“Longwis ini merupakan sebuah multi inovasi yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan, sehingga masyarakat diberdayakan dengan adanya kemandirian berwirausaha di lorong-lorong,” kata Danny di sela-sela penjurian even akbar secara virtual terkait Program dan Inovasi Pemkot Makassar di kediamannya, Jl Amirullah, Makassar, Kamis (10/8/2023).

Padahal, sebelumnya lorong-lorong tersebut terlantar, namun kini patut disyukuri, karena mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Itu semua, kata dia, bertujuan untuk mencapai visi Kota Makassar, yakni Makassar sebagai kota dunia atau istilahnya Sombere dan Smart City.

Danny menilai, lorong ibarat sel dalam tubuh. Dan tubuh ibarat kota. Oleh karena itu, jika ingin memperbaiki kota maka lorong-lorong itulah yang mesti diberdayakan.

Pria berlatar pendidikan arsitektur ini, menyebut, sebagai contoh Lorong Wisata Sidney di Kecamatan Panakkukang ini, masyarakatnya betul-betul sudah mandiri. Mereka sudah tidak ke pasar lagi, bahkan menghasilkan keuntungan.

“Sudah menghasilkan, dengan jualan ikan yang per RT-nya mereka bisa menshare tiap tiga bulan hasil dari apa yang mereka tanam,” bebernya.

Dampak positifnya lainnya pun dirasakan. Seperti, pertumbuhan ekonomi Makassar yang melampaui provinsi dan nasional, inflasi terkendali juga indeks kepuasan masyarakat yang makin baik.

Kesuksesan Lorong Wisata, lanjut dia, karena adanya public enggament, penerimaan publik serta partisipasi publik untuk membangun lorongnya.

“Public enggament dengan melibatkan dan memperkuat RT/RW. Yang tadinya insentifnya Rp75 ribu pada periode pertama saya naikkan jadi Rp1 juta,” ujarnya.

Pun pelibatan lokal influencer, Dewan Lorong, dan unsur masyarakat lainnya. Warga yang menerima program lorongnya juga partisipasi masyarakat di sekitarnya.

Dari situ, kini nama Kota Makassar sebagai smart city pun sudah termasuk dalam 100 besar kota dengan smart city di dunia.

Termasuk timnya melengkapi Lorong Wisata dengan sistem digitalisasi dan terbarunya ialah Makassar Metaverse dengan empat CCTV pada masing-masing lorong.

Saat ini sudah ada 2.077 lorong dari sebelumnya 1.000-an lorong wisata. Jumlah ini akan meningkat seiring pembenahan yang terus dilakukan Pemkot Makassar atas total 6.000-an lorong di Makassar.

Dalam Lorong Wisata ini, juga tersedia 21 konten di antararanya, food security, inflation control, circular economy, 20 UMKM digital per lorong, startup lorong, destinasi wisata makan enak, destinasi wisata sejarah, dan seni.

Digital waste bank, community empowerment, public engagement, social cohesion, social mitigation, social share & care, dan 20 new jobs & new business opportunity.

Dan city farming, city garden, net zero carbon city, healthy alleys, sombere and smart city, public safety, dan resilient city. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top