search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dihadiri Utusan Khusus Presiden, Plh Sekda Sulsel Jadi Narasumber FGD Bahas Strategi Pengembangan Ketahanan Pangan

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 25 November 2023 17:01
FGD. Plh Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Sipakalebbi, Kantor Wali Kota Makassar, Jumat (24/11/2023). foto: istimewa
FGD. Plh Sekda Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Sipakalebbi, Kantor Wali Kota Makassar, Jumat (24/11/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menjadi narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Ketahanan Pangan di Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Sipakalebbi, Kantor Wali Kota Makassar, Jumat (24/11/2023).

Kegiatan tersebut dibuka Utusan Khusus Presiden RI Bidang Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhammad Mardiono dan dihadiri Ketua Fraksi PPP DPR RI Amir Uskara, anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PPP Muhammad Aras, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, Praktisi Bidang Ketahanan Pangan Prof Dr Genius Umar, dan Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Darmawan.

Dalam paparannya, Andi Muhammad Arsjad menyampaikan, kondisi ketahanan pangan di Sulsel berdasarkan ketersediaan, tantangan, peluang, dan juga terkait dengan program-program prioritas pemerintah Sulsel.

“Kalau kita berbicara kondisi ketersediaan pangan kita, ini kondisi ketersediaan beras di Sulawesi Selatan. ada 1,5 juta ton. Beda produksi dengan ketersediaan. Jadi ketersediaan kita ada 1,5 juta ton, kebutuhan kita itu sekitar 196 ribu ton. Jadi kita surplus sekitar 1,3 juta ton dari segi ketersediaan. Jadi Insya Allah kalau Sulsel tidak ada masalah dengan pangan,” ucapnya.

Terkait dengan kendala, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura ini, mengatakan kondisi iklim akhir-akhir dengan adanya badai El Nino berdampak pada kondisi lahan yang kering, sehingga membuat produktivitas tanaman pangan menjadi menurun.

Meski begitu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tetap membetikan perhatian yang besar dalam penguatan ketahanan pangan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah melalui program prioritas yang dicanangkan.

“Akhir-akhir ini kita diperhadapkan dengan persoalan ketahanan pangan. Kita tahu kita menghadapi badai El Nino yang berdampak pada kekeringan, sehingga produktivitas kita mengalami penurunan. Sehingga tentu ini menjadi perhatian pemerintah, khususnya Pemerintah Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Andi Arsjad menyampaikan rencana pemerintah provinsi untuk menjadikan Sulsel sebagai provinsi penghasil tanaman pisang. Dimana Budidaya Pisang menjadi salah satu program strategis Pemprov Sulsel dalam melaksanakan penguatan ketahanan pangan.

Bahkan, kata Andi Arsjad, dalam mengembangkan program ini pemerintah provinsi telah bekerja sama dengan perguruan tinggi, perbankan, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dan para pelaku usaha pertanian.

“Kita mau menjadikan Sulawesi Selatan ini, sebagai provinsi pisang. Target kita 500 ribu hektar dan kita sudah kerja sama dengan perguruan tinggi, diantaranya Unhas, dan kita kerja sama OJK, perbankan, untuk penyediaan KURnya, kita bekerja sama dengan PTPN untuk pemenuhan lahannya. Ini yang dilakukan pemerintah provinsi, dan ini kita minta pemerintah kabupaten kota untuk mengalokasikan anggaran untuk mendukung itu termasuk desa,” tutupnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top