search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bawaslu Segera Periksa Pj Bupati Enrekang dan Muslimin Bando terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 24 Januari 2024 16:54
JALAN SEHAT. Caleg DPR RI, Muslimin Bando (kiri), menghadiri kegiatan Jalan Sehat HUT PGRI Enrekang di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Sabtu (13/1/2024) lalu. foto: istimewa
JALAN SEHAT. Caleg DPR RI, Muslimin Bando (kiri), menghadiri kegiatan Jalan Sehat HUT PGRI Enrekang di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Sabtu (13/1/2024) lalu. foto: istimewa

PLUZ.ID, ENREKANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Enrekang tidak tinggal diam atas dugaan pelanggaran Pemilu yang diduga dilakukan Penjabat Bupati Enrekang Baba dan Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI Partai PAN Daerah Pemilihan (Dapil) Sulsel 3 Muslimin Bando.

Bawaslu Enrekang akan meminta klarifikasi kepada Baba dan Muslimin Bando atas laporan dugaan pelanggaran Pemilu keduanya yang masuk, beberapa waktu lalu.

“Kita akan memeriksa dalam bentuk klarifikasi kepada Pj Bupati Enrekang Pak Baba dan Pak Muslimin Bando selaku caleg. Insya Allah, jadwalnya hari ini. Kita sudah surati dan sampaikan kepada keduanya,” ujar Haslipa, anggota Bawaslu Enrekang, Rabu (24/1/2024).

Haslipa mengakui, Bawaslu Enrekang akan meminta klarifilasi keduanya, Baba dan Muslimin Bando, atas laporan dugaan pelanggaran Pemilu yang terjadi pada acara Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-78 yang berlangsung di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Sabtu (13/1/2024) lalu.

“Iya, kita tindak lanjuti laporan dugaan pelanggaran Pemilu keduanya yang masuk. Selain, keduanya, ada beberapa pihak terkait juga diminta klarifikasi,” katanya.

Haslipa mengakui, pihaknya telah meminta klarifikasi sejumlah pihak terkait lainnya.

“Sudah ada beberapa sudah kita minta klarifikasi. Ada, Kepala Dinas Pendidikan/Ketua PGRI Enrekang Pak Jumurdin, Ketua Panitia, dan Agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Enrekang Ibu Rahmawati Karim sebagai pelapor,” akunya.

“Hasil klarifikasi ini, belum bisa kita beberkan. Nanti, setelah selesai semua klarifikasi, termasuk Pak Pj Bupati dan Pak Muslimin Bando,” tambahnya.

Sementara, Agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Enrekang, Rahmawati Karim, mengakui, ia baru saja memberikan klarifikasi di Bawaslu Enrekang.

“Iya, saya baru saja diminta klarifikasi atas dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukan Pj Bupati Enrekang dan Pak Muslimin Bando,” bebernya.

“Saya sampai apa yang terjadi di lapangan, ada gambar, video, dan bukti lainnya,” tambah Rahmawati Karim.

Sebelumnya, diberitakan Agen Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) Enrekang, Rahmawati Karim, mendatangi kantor Bawaslu Kabupaten Enrekang untuk melaporkan dugaan ketidaknetralan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga dilakukan Penjabat (Pj) Bupati Enrekang Baba dan Kepala Dinas Pendidikan/Ketua PGRI Enrekang, Jumurdin, Senin (15/1/2024).

Selain itu, Rahmawati Karim juga melaporkan dugaan politik uang dengan cara bagi-bagi hadiah umrah yang dilakukan langsung Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai PAN, Muslimin Bando pada kegiatan acara Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-78 yang berlangsung di Lapangan Abubakar Lambogo Batili, Enrekang, Sabtu (13/1/2024) lalu.

Rahmawati menilai, Pj Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Enrekang telah melanggar Undang-Undang (UU) Pemilu yang melarang pejabat ASN melakukan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan calon.

Begitu pula larangan yang sama ditegaskan dalam UU tentang ASN.

“Sangat tegas dalam aturan ini, tidak boleh mengadakan pertemuan yang mengarah ke salah satu calon. Nah, ini Pak Pj Bupati Enrekang dan Ketua PGRI Enrekang justru menguntung salah satu caleg dalam hal ini, Pak Muslimin Bando, mantan Bupati Enrekang,” tegasnya.

Rahmawati mengatakan, sangat jelas dalam kegiatan tersebut, Muslimin Bando bersama Jumurdin memandu kegiatan pengundian hadiah umrah di depan para guru TK, SMP, SMA, dan SMK se-Kabupaten Enrekang yang diawali jalan santai.

“Artinya, ada ruang spesial yang diberikan kepada Pak Muslimin Bando yang justru mengarahkan jalannya kegiatan pengundian hadiah,” kata Rahmawati.

Pembagian hadiah di masa kampanye, lanjutnya, telah melanggar UU Pemilu yang merupakan tindak pidana Pemilu, karena memberikan hadiah pada masa kampanye, bahkan dilakukan langsung caleg yang bersangkutan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top