search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Hotel Karebosi Premier dan Yasmin Diduga Gunakan Air PDAM Secara Ilegal

Hasil Pemeriksaan Meter Besar
doelbeckz - Pluz.id Kamis, 08 Februari 2024 21:40
PENGECEKAN. Petugas Perumda Air Minum Kota Makassar (PDAM Kota Makassar) kembali melakukan operasi dan pemeriksaan terhadap meter pelanggan, Kamis (8/2/2024). foto: istimewa
PENGECEKAN. Petugas Perumda Air Minum Kota Makassar (PDAM Kota Makassar) kembali melakukan operasi dan pemeriksaan terhadap meter pelanggan, Kamis (8/2/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Perumda Air Minim Kota Makassar (PDAM Kota Makassar) kembali melanjutkan operasi dan pemeriksaan terhadap meter pelanggan dengan diameter besar atau 1 inci ke atas, Kamis (8/2/2024).

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar, mengatakan, operasi ini, sebagai upaya pencegahan adanya objek atau pelanggan yang menggunakan air PDAM secara ilegal, karena disinyalir meteran air tidak menunjukkan adanya pemakaian, tetapi sampel air di lokasi menunjukkan adanya sisa klorin di instalasi air yang notabene adalah air PDAM dan mempunyai ukuran diameter meteran air yang besar.

“Menindaklanjuti laporan dari petugas lapangan tersebut, maka selaku Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, saya memerintahkan untuk segera dilakukan pemeriksaan lengkap dan detail guna memastikan temuan lapangan dimaksud. Petugas kami sudah melakukan pengujian sampel air di lokasi dan ditemukan adanya kandungan sisa klorin di instalasi air sebagai zat air bersih yang digunakan PDAM, sementara pemakaian mereka nol, bahkan ada yang sudah ditutup sambungannya,” beber Beni.

Adapun objek pelanggan yang dilakukan pemeriksaan dan ditemukan kadar zat sisa chlor, antara lain Hotel Karebosi Premier Makassar status Tutup Langganan (TL) dan Hotel Yasmin Makassar.

“Ini baru indikasi, karena apabila memang murni air tanah yang dipakai, pasti tidak ada sisa zat klorin yang dikandung, artinya mungkin airnya dicampur, sementara pemakaian airnya nol, bahkan tidak berlangganan lagi, indikasinya ada sambungan ilegal,” ujarnya.

“Kita akan segera melakukan pengecekan langsung untuk semua objek yang disinyalir ada kegiatan ilegal dalam mengambil air PDAM, sehingga sangat merugikan kami,” katanya.

“Jadi sekali lagi kami mengimbau untuk tidak melakukan tindakan ilegal, karena akan berdampak pada pemutusan jaringan, dikenakan denda berlipat, bahkan akan berurusan dengan Aparat Penegak Hukum APH),” tegas Beni Iskandar menambahkan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top