search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

369 Kepala Sekolah Dilantik, Munafri Arifuddin: Tugas Berat dan Mulia Sudah Menanti

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 23 Juni 2026 17:00
PELANTIKAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melantik dan mengukuhkan 369 Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Makassar di Tribun Lapangan Karebosi Makassar, Selasa (23/6/2026). foto: istimewa
PELANTIKAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melantik dan mengukuhkan 369 Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Makassar di Tribun Lapangan Karebosi Makassar, Selasa (23/6/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Setelah menanti selama satu dekade, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akhirnya melaksanakan pengukuhan dan pelantikan kepala sekolah secara komprehensif, massal, dan berlandaskan legalitas yang kuat.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan, tugas berat sekaligus amanah mulia telah menanti para kepala sekolah yang baru dilantik.

Penegasan itu disampaikan Munafri saat melantik dan mengukuhkan 369 Kepala Sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Makassar di Tribun Lapangan Karebosi Makassar, Selasa (23/6/2026).

“Tugas berat dan tanggung jawab besar sudah menanti bapak dan Ibu di depan mata. Saat ini kita berada di era di mana tuntutan masyarakat terhadap transparansi publik sangat tinggi,” jelas Appi, sapaan akrabnya.

Dikatakan, fokus utama yang harus segera diselesaikan adalah mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 agar berjalan jujur, adil, transparan, dan bebas dari praktik-praktik yang mencederai dunia pendidikan.

“Karena itu saya menitipkan amanah yang berat namun mulia kepada seluruh kepala sekolah untuk mengawal dan menyukseskan pelaksanaan SPMB 2026 dengan penuh integritas,” tegasnya.

Pada momentum pelantikan ini, Appi mengatakan, pengukuhan kepala sekolah secara massal seperti ini kembali dilaksanakan setelah sepuluh tahun lamanya dinantikan.

Disebutkan, satu dekade bukanlah waktu yang singkat, mengingat selama periode tersebut berbagai dinamika, perubahan regulasi, hingga persoalan administrasi menjadi tantangan tersendiri dalam proses penetapan kepala sekolah definitif.

“Selama sepuluh tahun kita menghadapi berbagai tantangan dan transisi. Namun hari ini penantian panjang itu berakhir hari ini,” ungkapnya.

“Kita tidak ingin sekadar menunjuk seseorang menjadi pemimpin sekolah, tetapi ingin membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan di Kota Makassar,” lanjutnya.

Appi menegaskan, seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melewati tahapan seleksi yang objektif, transparan, dan berlapis. Oleh karena itu, mereka diharapkan mampu menjawab kepercayaan yang diberikan dengan menunjukkan kinerja terbaik dalam memimpin satuan pendidikan masing-masing.

Sebanyak 314 kepala SD dan 55 kepala SMP resmi dilantik dalam momentum yang disebut sebagai pengukuhan kepala sekolah secara komprehensif dan massal pertama setelah satu dekade.

Dalam suasana penuh khidmat, Appi bahkan menyempatkan diri menyalami satu per satu para kepala sekolah yang baru dilantik sebagai bentuk penghormatan atas amanah besar yang mereka emban.

Menurutnya, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas pendidikan dan membentuk karakter generasi masa depan.

Ia meminta seluruh kepala sekolah menginstruksikan verifikator di sekolah masing-masing agar melakukan proses verifikasi dan validasi data pendaftar secara profesional serta sesuai aturan yang berlaku.

Oleh sebab itu, Appi menegaskan, dirinya tidak ingin lagi mendengar adanya praktik curang dalam proses penerimaan siswa baru.

“Saya tidak ingin lagi mendengar ada riak-riak negatif. Tidak boleh ada budaya titip-menitip, praktik transaksional, atau bentuk kecurangan apa pun yang mencederai hak anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan secara adil,” imbuhnya.

Ketua IKA FH Unhas ini, mengatakan, sekolah merupakan laboratorium moral yang menjadi tempat pembentukan karakter generasi penerus bangsa.

Oleh karena itu, seluruh proses pendidikan, termasuk penerimaan peserta didik baru, harus dimulai dengan nilai kejujuran dan keadilan.

Dikatakan, jikalau proses masuk sekolah saja sudah dicoreng ketidakjujuran, maka sesungguhnya guri sedang merancang kehancuran generasi masa depan.

“Saya tegaskan, berikan hak anak-anak Makassar untuk mendapatkan pendidikan secara adil,” katanya.

Selain fokus pada pelaksanaan SPMB, Appi juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah yang baru dilantik agar segera melakukan akselerasi terhadap berbagai program prioritas pendidikan Pemkot Makassar.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan pilar utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Oleh karena itu, sekolah harus terus bertransformasi menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, menyenangkan, serta bebas dari perundungan dan kekerasan.

“Pastikan tidak ada lagi anak-anak Makassar yang putus sekolah. Pendidikan harus bisa diakses secara merata dan berkualitas oleh seluruh warga,” ucapnya.

Lebih lanjut, mantan CEO PSM ini, juga mengingatkan, jabatan kepala sekolah merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan, bukan fasilitas untuk menunjukkan kekuasaan atau kesombongan.

Di lingkungan sekolah, kepala sekolah merupakan pucuk pimpinan yang harus menjadi teladan bagi seluruh elemen pendidikan.

“Jadilah role model bagi guru, staf tata usaha, orang tua murid, dan terutama bagi peserta didik,” tuturnya.

“Ketika pemimpinnya menunjukkan integritas, ketulusan, dan etos kerja yang baik, maka seluruh ekosistem sekolah akan bergerak mengikuti irama kebaikan tersebut,” sambung Appi.

Pada kesempatan itu, Appi juga menekankan pentingnya pembenahan data pegawai, khususnya data guru, yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam proses pengukuhan kepala sekolah.

Ia mengungkapkan, persoalan akurasi data menjadi faktor utama yang menyebabkan proses pengukuhan kepala sekolah membutuhkan waktu panjang.

Menurutnya, sinkronisasi, validasi, dan verifikasi data harus dilakukan secara cermat agar menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.

“Di era digital saat ini, data adalah kompas. Data yang keliru akan melahirkan kebijakan yang keliru. Data guru yang tidak akurat dapat menghambat karier mereka dan mengganggu pemetaan mutu pendidikan,” jelas politisi Golkar ini.

Oleh karena itu, ia meminta para kepala sekolah yang baru dilantik, agar menjadikan pembenahan data pegawai sebagai tugas prioritas segera setelah kembali ke sekolah masing-masing.

Jangan ada lagi pembiaran terhadap data yang tidak valid, ia. Meminta Kepsek menjadikan data sebagai pekerjaan pertama yang harus segera dituntaskan.

“Saya menuntut keseriusan penuh untuk membenahi, merapikan, dan memperbaiki data pegawai di satuan pendidikan masing-masing. Jadikan ini sebagai pekerjaan pertama yang harus segera dituntaskan,” tegasnya.

Appi menambahkan, seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melewati proses seleksi yang ketat, objektif, dan transparan.

Mulai dari uji kompetensi, wawancara mendalam, hingga penelusuran rekam jejak yang dilakukan secara menyeluruh.

Karena itu, ia berharap, para kepala sekolah yang terpilih mampu menjawab kepercayaan yang diberikan dengan kinerja, integritas, serta dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan di Kota Makassar.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah untuk membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan Kota Makassar,” katanya.

“Amanah besar telah diberikan, dan saya yakin seluruh kepala sekolah mampu menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” sambung wali kota menututup arahan.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut menyampaikan pesan khusus kepada ratusan kepala sekolah yang baru dilantik dan dikukuhkan di Tribun Lapangan Karebosi.

Dalam momentum pelantikan 369 kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Makassar tersebut, Aliyah menegaskan, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk membentuk generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.

“Pelantikan ini bukan sekadar penugasan jabatan, tetapi amanah besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.

Ia berharap, para kepala sekolah yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme, integritas, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar.

“Saya berharap para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjadi pemimpin yang inspiratif, mampu menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, serta terus berinovasi demi kemajuan pendidikan di Kota Makassar,” harapnya.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan pendidikan.

Karena itu, kepemimpinan yang kuat, visioner, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi kebutuhan utama dalam menjawab tantangan dunia pendidikan saat ini.

Aliyah juga menekankan pentingnya membangun budaya sekolah yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.

Ia mengajak seluruh kepala sekolah untuk menghadirkan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh siswa.

Selain fokus pada peningkatan kualitas akademik, para kepala sekolah juga diharapkan mampu memperkuat pendidikan karakter, menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta membangun budaya prestasi di lingkungan sekolah masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan kebijakan pemerintah, tetapi juga kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah.

Karena itu, ia berharap, para kepala sekolah yang baru dilantik dapat menjadi teladan bagi guru, tenaga kependidikan, peserta didik, maupun orang tua siswa dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.

“Kolaborasi, dedikasi, dan inovasi yang terus dikembangkan, saya optimistis pendidikan di Kota Makassar akan semakin maju, di masa depan,” tutup Aliyah. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top