“KAMU tidak memimpin dengan menunjuk dan memberi tahu orang-orang untuk pergi ke sebuah tempat. Kamu memimpin dengan pergi ke tempat itu dan membuat contoh.”
Sebait quote di atas memiliki kemiripan dan pemaknaan seperti ini.
“Ini eranya pemerintahan 70 persen turun ke masyarakat. Turun dengarkan apa isi hati masyarakat. Ini juga harus dilakukan. Pak Wali Kota, untuk menjadi contoh bagi daerah lain di Sulsel,” ucap Dr Bahtiar Baharuddin, Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel.
Pesan singkat tersebut dipaparkan Dr Bahtiar sesaat sebelum mengakhiri pidatonya pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Parepare, Minggu, 18 Februari 2023.
Pada sudut tertentu saya duduk, menyimak setiap kosa kata dan rangkaian kalimat, MENGAPA PERLU menyampaikan hal tersebut di hadapan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Parepare yang hadir? Dan sebagian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel? Bahkan, arena pidatonya pun di lingkungan Kampus IAIN Parepare.

Bahtiar Baharuddin. foto: istimewa
Sebelum sampai pada titik himbauan tersebut, Dr Bahtiar mengurai benang merah perekonomian di Sulawesi Selatan, membedah Sulsel, mengantar pikiran kita menuju Indonesia Emas, bercerita tentang nilai-nilai kesejahtraan bagi rakyat, perihal dua juta hektare lahan darat kita yang tidur dan tak terjamah, perairan kita yang belum termanpaatkan dengan baik, ekosistem pertanian kita, rakyat dibiarkan berjalan sendiri tanpa kawalan pemerintahan.
Bagaimana mungkin Sulsel akan merasai Indonesia Emas 2045 jika tak ada perubahan besar dari dalam diri kita? Dari dalam organisasi pemerintahan Sulsel? Harus ada extraordinary untuk mengubah Sulsel.
Maka dari itulah, Dr Bahtiar yang tetap dipercaya sebagai Dirjen Kemendagri ini memberi tuah pada ASN dan Kepala OPD.
“ASN, khususnya kepala dinas harus sering-sering turun ke lapangan, turun ke masyarakat. Jangan takut kotor. Kita ini jadi pejabat jangan jauh dari masyarakat,” seru Dr Bahtiar.
Minggu kemarin adalah hari libur, sebagaimana penggalan kalender di seluruh dunia. Tetapi bagi Dr Bahtiar, dia beradu dengan waktu yang enggan tinggal diam untuk setiap saat dekat dengan masyarakat, mendengar curhatan publik.
Dia tetap ke luar kota, maka disusurlah Kabupaten Bone, Kabupaten Barru, Parepare dan hari ini di Kabupaten Pinrang lalu sore hari ke Kabupaten Enrekang, esok hadir di Kabupaten Sidrap. Memberi CONTOH !!!
Kali ini Dr Bahtiar tidak lagi sekedar memberi contoh tetapi TUAH telah keluar yang diperuntukan pada OPD dan ASN, agar temui masyarakat, jangan jauh dari masyarakat. Ibaratnya. Kepala Dinas adalah “gubernur” “bupati” “walikota” kecil bagi circle nya maka bekerjalah seperti Gubernur “besar” bupati “besar” dan walikota “besar”. Terjemahkan setiap programnya lalu tarik menjadi proximity ke tingkat kecil kemudian terjemahkan ke tengah tengah masyarakat. “eranya pemerintahan 70 persen turun ke masyarakat,” tuah Dr Bahtiar.
Ini hanyalah salah satu extraordinary yang kerap kali Dr Bahtiar kemukakan pada setiap pidatonya, demi menggugah publik Sulsel. Tentang ancaman masa depan sulsel tetapi sebenarnya banyak masa depan yang lebih cerah di tanah ini!. (***)
Anno Suparno
Jurnalis