search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Firman Pagarra Harap Dukungan Revisi RTRW Makassar

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 13 Juni 2024 18:00
FPR. Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra (kedua kanan) membuka secara resmi kegiatan rapat Forum Penataan Ruang (FPR) terkait penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar, Kamis (13/6/2024). foto: istimewa
FPR. Pj Sekda Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra (kedua kanan) membuka secara resmi kegiatan rapat Forum Penataan Ruang (FPR) terkait penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar, Kamis (13/6/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, membuka secara resmi kegiatan rapat Forum Penataan Ruang (FPR) terkait penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar, Kamis (13/6/2024).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulsel Andi Darmawan Bintang, beberapa perwakilan balai, dan Kepala Dinas Tata Ruang Kota Makassar Fahyuddin.

Dalam sambutannya, Firman mengatakan, Kota Makassar melakukan revisi terhadap Perda Nomor 4 tahun 2015 tentang RTRW Kota Makassar yang dilaksanakan Dinas Tata Ruang beserta tim.

Proses ini melalui tahapan yang cukup panjang, namun atas kerja sama dan dukungan semua pihak, sehingga mencapai tahap perampungan.

“Alhamdulillah, sudah sejauh ini tahapannya. Kami berharap berikutnya bisa dilalui dengan mudah dan rapat hari ini pembahasan tingkat forum penataan ruang provinsi, sehingga dapat memperoleh berita cara dan persetujuan provinsi yang nantinya akan dibahas di tingkat pusat,” ucapnya.

“Kami juga berharap adanya masukan dari peserta rapat. Karena mengingat pentingnya rapat hari ini jadi kami butuh dukungan agar dokumen yang kita hasilkan akan lebih bermanfaat nantinya bagi masyarakat Kota Makassar maupun pemerintah pada tiap tingkat,” sambungnya.

Ia mengatakan, revisi RTRW ini, sejalan dengan visi misi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yakni membuat Kota Makassar menjadi kota nyaman dan baik untuk semua.

Firman mengatakan, urgensi yang sangat strategis bagi masa depan tata ruang di Kota Makassar, tidak hanya dalam perspektif pembangunan, namun juga perspektif lingkungan, dalam kerangka sustainable development atau pembangunan berkelanjutan.

“Penataan ruang menganut urutan yang hirarkis. Maka perlu dilakukan evaluasi setiap lima tahunnya. Karena kondisi tata ruang Kota Makassar 20 tahun yang lalu belum tentu sama dengan sekarang,” terangnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top