search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Sharing Smart City, F8, dan Kota Makan Enak di Seminar Nasional Mahasiswa UKI Paulus

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 19 Juni 2024 15:23
SEMINAR NASIONAL. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, didaulat sebagai Pembicara pada Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus dengan tema 'Meneropong Peluang Bisnis di Era Digital dan Industri 5.0', Rabu (19/6/2024). foto: istimewa
SEMINAR NASIONAL. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, didaulat sebagai Pembicara pada Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus dengan tema 'Meneropong Peluang Bisnis di Era Digital dan Industri 5.0', Rabu (19/6/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, didaulat sebagai Pembicara pada Seminar Nasional Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus dengan tema ‘Meneropong Peluang Bisnis di Era Digital dan Industri 5.0’, Rabu (19/6/2024).

Danny Pomanto berbicara mengenai kebijakan praktis Pemkot Makassar dalam membuka peluang bisnis, sehingga berhasil meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.

“Makassar dahulu PAD nya Rp500 miliar. Waktu itu saya kampanye saya bilang bisa naik Rp1 triliun. Orang semua ketawa karena belum pernah ada sejarahnya tetapi sekarang terbukti,” kata Danny kepada mahasiswa UKI Paulus di Gedung Lilin UKI Paulus, Jl Perintis Kemerdekaan.

Peningkatan PAD itu, lanjut Danny, tentu diiringi kebijakan praktis yang tepat.

Dalam paparannya, ia menyebut, untuk membuat peluang di era digitalisasi dan industri 5.0 itu diawali dengan memiliki diferensiasi atau ide pembeda.

Dari situ tercipta value lalu menjadi keunggulan karena value itu sendiri ialah bisnis yang sesungguhnya.

Naiknya PAD misalnya, lantaran sektor makan-minum yang naik. Yang mana terbantu dengan adanya Festival F8, branding Makassar Kota Makan Enak juga Makassar Kota Festival Tepian Air.

F8 pun telah mendapat branding luar biasa. Apalagi, masuk dalam top 10 festival di Kementerian Pariwisata.

Selain F8, Danny mengatakan, Makassar makin dikenal dunia karena dirinya sering sekali tampil menjadi pembicara di berbagai event internasional.

Sebagai contoh belum lama ini, ia diundang ke Belgia untuk berbicara tentang Sombere’ dan Smart City di Belgia.

Makassar pula menjadi salah satu dari 18 wali kota di dunia yang berbicara dengan Ratu Belgia.

Lalu, baru-baru ini, wali kota dua periode ini, diundang sebagai pembicara pada acara World Cities Summit di Singapura.

Lagi-lagi, pria berlatar pendidikan arsitektur ini dipilih jadi speaker dari dua wali kota saja di dunia.

Dari pengalamannya ini, kepada para mahasiswanya Danny berujar, nilai-nilai pembeda dan unik dari Makassar ternyata menjadi sangat menarik di mata dunia.

Dengan mengkombinasikan seluruh keunikan ini, sambung Danny, maka peluang bisnis terhadap Kota Makassar sebagai tujuan destinasi dan sebagainya terbuka lebar.

“Inilah bentuk eksplorasi membangun bisnis yang kita miliki dengan contoh praktis dalam pemerintahan yang dibuat Pemkot Makassar,” ujar Danny.

Terhadap ratusan mahasiswa di sana, ia menegaskan, menciptakan peluang itu berawal dari pemahaman mengenai differensiasi atau pembeda yang ada di lingkungan kita sendiri.

“Intinya dengan tidak punya apa-apa, tetapi dengan adanya ide dan diferensiasi, maka menyebabkannya berbeda. Itulah nilai bisnisnya,” imbuhnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top