search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Serius Industrikan Pisang Kepo di Sulbar, Pj Gubernur Boyong OPD Studi Lapang di Maros

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 07 Juli 2024 20:09
Serius Industrikan Pisang Kepo di Sulbar, Pj Gubernur Boyong OPD Studi Lapang di Maros

PLUZ.ID, MAROS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar semakin intens melakukan pendalamam pemahaman budi daya pisang berbasis industri.

Semenjak Bahtiar Baharuddin bertugas sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar antusiasme warga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulbar mengembangkan budidaya hortikultura terus meningkat.

Tak tanggung tanggung mereka berkunjung ke sentra sentra budidaya pisang seperti di Kabupaten Bone dan Kabupaten Maros, Provinsi Sulsel. Bahkan, mereka ditemani pejabat nomor satu di Sulbar, Bahtiar Baharuddin. Seperti yang terlihat Minggu (7/7/2024) di Kecamatan Tanralili Maro.

“Selama ini pemahaman kita hanya sekadar nanam pisang saja. Dan ternyata setelah kami melakukan dan melihat langsung di sini bernwda dengan cara yang kita biasa lakukan. Termasuk disejumlah anakan rupanya perlu dibatasi” ujar M Arsyad dari Balai Benih Tanaman Pangan dam Hortikultura Pemprov Sulbar.

Di areal lahan kebun pisang kepo seluas 4 hektare tersebut Bahtiar mengajak OPD melihat dan belajar langsung budi daya pisang.

Jenis pisang yang ada di Maros ini, adalah pisang Kepok Tanjung. Pisang itu ditanam langsung Bahtiar sebelum dirinya menjabat sebagai Pj Gubernur Sulsel.

“Saya ajak teman-teman Sulbar belajar langsung, karena belajar yang baik itu adalah ke lapangan langsung. Kita punya lima Pelabuhan di Sulbar, setiap kapal bawa pisang ke Kalimantan minimal dua kapal per hari, dikirim ke Makassar dan Palu,” jelasnya.

Bahtiar mengaku, budi daya tanaman pisang ini sangat menjanjikan. Dengan demikian, pihaknya mendorong agar Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulbar bisa juga punya lahan sendiri dan menanam pisang.

“Budidaya pisang kepok, mas dan raja sangat menjanjikan. Maka saya kasih liat kawan-kawan (Pemprov Sulbar) contoh budi daya pisang kepok tanjung yang saya lakukan sebelum jadi Pj Gubernur Sulsel. Itu (milik) pribadi, di Tanralili,” sebut Bahtiar.

Eks Pj Gubernur Sulsel ini, juga menambahkan, pisang kepok tanjung miliknya bisa menghasilkan Rp900 juta sekali panen dengan luas lahan 4 hektare.

“Saya hitung-hitung buah pertama bisa hasilkan Rp900 juta, paling jeleknya Rp600 juta. Tapi sebenarnya itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak harus dengan biaya mahal. Pisang ini budi daya yang tidak pakai modal besar, karena bahan baku sudah di alam,” katanya.

“Masyarakat perlu rajin saja, ambil anaknya, lalu diajarkan cara mengambil anakan, bagaimana mengatur jarak, merawat. Ini harus diedukasi masyarakat,” tambahnya.

Apalagi, di Sulbar pohon pisang sudah tumbuh di mana-mana. Sehingga masyarakat hanya menambah wawasan tentang bagaimana cara merawat pisang dengan baik.

Bahtiar manargetkan budidaya pisang di Sulbar akan berkembang pesat seiring menanam pisang telah menjadi budaya warga setempat.

Bahkan, setiap hari pisang asal Sulbar diangkut menggunakan kapal menuju Kaltim, Jatim, dan Sulsel.

Artinya pisang asal Sulbar diminati warga Indonesia. Sekarang Bahtiar akan mendorong agar pola penanaman pisang lebih bersifat industri dan bisnis. Bahkan, ia yakin kelak Sulbar akan mencatatkan sebagai daerah pengekspor pisang terbaik di tanah air. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top