search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Sekretariat DPRD Pelaksana Tugas Apel Pagi Lingkup Pemprov Sulbar

doelbeckz - Pluz.id Senin, 05 Agustus 2024 11:00
APEL PAGI. Pelaksanaan Apel Pagi atau Upacara Senin digelar di Kantor Gubernur Sulbar, Senin (5/8/2024). foto: istimewa
APEL PAGI. Pelaksanaan Apel Pagi atau Upacara Senin digelar di Kantor Gubernur Sulbar, Senin (5/8/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAMUJU – Pelaksanaan Apel Pagi atau Upacara Senin digelar di Kantor Gubernur Sulbar, Senin (5/8/2024).

Sekretariat DPRD Provinsi Sulbar menjadi Pelaksana Tugas Apel Pagi. Inspektur Upacara Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin dan sebagai Komandan Upacara M Adib.

Upacara dihadiri Sekretaris DPRD Sulbar Muhammad Namzih serta turut hadir dalam apel pagi ini, Sekda Muhammad Idris, para asisten, Kepala Dinas dan pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar.

Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Sulbar, usia Sulbar saat ini sudah 20 tahun, dimana rakyat Sulbar memiliki harapan besar untuk maju dan berkembang sesuai dengan cita-cita rakyat Sulbar pada saat berjuang untuk mekar sebagai provinsi.

“Mari kita melompat lebih tinggi dan maju lebih cepat, karena saya harus katakan dengan jujur kita masih lambat,” ujarnya.

“Tidak terasa saya sudah dua bulan di Sulbar, berbagai kunjungan dan program dijalankan baik yang sudah direncanakan tahun sebelumnya,” sambung Bahtiar.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh jajaran Pemprov Sulbar untuk menjalankan program kerja sesuai aturan yang ada.

Bahtiar mengingatkan, 20 tahun lalu rakyat Sulbar berjuang untuk mandiri sebagai provinsi. Dalam perjuangan tersebut tentu sangat besar dan tinggi harapan masyarakat agar provinsi ini melompat maju dan berkembang.

“Mari kita melompat lebih tinggi dan maju lebih cepat, karena saya harus katakan dengan jujur kita masih lambat. Bayangkan uang masuk ke Sulbar Rp11,2 triliun setiap tahun, tapi belum maksimal lengelolaannya,” ungkap Bahtiar.

Seperti rental mobil, sewa mobil, mobilisasi komoditas semuanya lari ke Makassar. Berarti uangnya hanya melintas.

“Jadi hanya transit uangnya di Sulbar dan penyebarannya lari ke daerah lain. Makanya permasalahan ini harus kita atasi agar Sulbar bisa lebih maju lagi kedepan,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top