search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Lelang Penanganan Stunting Bulukumba, Rp474 Juta Tuntas 30 Menit

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 18 Juni 2025 12:00
LELANG. Pemkab Bulukumba melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) menginisiasi lelang pencegahan stunting di halaman Rujab Bupati Bulukumba, Selasa (17/6/2025) malam. foto: istimewa
LELANG. Pemkab Bulukumba melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) menginisiasi lelang pencegahan stunting di halaman Rujab Bupati Bulukumba, Selasa (17/6/2025) malam. foto: istimewa

PLUZ.ID, BULUKUMBA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) menginisiasi lelang pencegahan stunting di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bulukumba, Selasa (17/6/2025) malam.

Hasilnya, Rp474.800.000 berhasil dituntaskan hanya dalam tempo sekitar 30 menit. Uang sebesar Rp474 juta ini, untuk alokasi intervensi pemberian nutrisi bagi 295 anak balita berisiko stunting di Bulukumba selama 90 hari.

Lelang dipandu Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPKBPPA Bulukumba, dr Rizal Ridwan Dappi di sela-sela Gala Dinner Pencegahan Stunting.

Lelang ini, ikut disaksikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Sulsel, Andi Mirna.

Rizal pun mulai membuka proses lelang. Ia menyatakan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba siap mengasuh 20 anak balita.

Usai RSUD, disusul Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Yasira Bulukumba dengan mengasuh 15 anak balita. Selanjutnya, Klinik Nurul sepuluh anak balita, serta beberapa klinik kesehatan dan apotek dengan intervensi asuhan yang bervariasi.

Selanjutnya, Ketua KSP Berkat, Andi Makkasau, menegaskan, akan mengakomodir 40 anak balita, disusul beberapa perbankan, seperti BRI, BNI, dan Bank BTN. BRI bersedia mengasuh 50 anak balita, dengan catatan menerima proposal.

Puncaknya, Bank Sulselbar siap mengakomodir 91 anak balita sekaligus menutup proses lelang dan membuat tamu undangan terpukau.

Angka 91 anak balita, tergolong cukup fantastis. Jika dikalkulasi per satu anak yang nilainya Rp16.000 selama 90 hari, hasilnya Rp1.440.000. Berikutnya, Rp1.440.000 dikali 91, hasilnya sebesar Rp.131.040.000.

Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah, secara pribadi siap mengasuh dua anak balita, Dandim 1411/BLK Letkol Inf Sarman dua anak balita, serta Waka Polres Bulukumba Kompol Syafaruddin dua anak balita. Anggota DPRD Bulukumba, Ilham Bahtiar secara pribadi juga ikut mengasuh satu anak balita.

Meski lelang intervensi 295 anak balita tuntas, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bulukumba Andi Herfida Muchtar ikut menyumbang secara pribadi Rp50 juta, masing-masing Rp25 juta.

Andi Mirna mengapresiasi upaya konkret Pemkab Bulukumba yang sukses menurunkan angka stunting sebesar 8, 5 persen di tahun 2024 lalu. Sebagaimana sunting Bulukumba sebesar 33,7 persen di tahun 2023, kemudian turun menjadi 25,3 persen di akhir 2024.

“Ini capaian yang luar biasa. Ini bentuk nyata dukungan pemerintah daerah Bulukumba dalam menurunkan angka stunting. Penurunan signifikan Bulukumba ikut berkontribusi dalam penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan sekitar 4 persen,” ujar Andi Mirna.

Sementara, dr Rizal Ridwan Dappi menjelaskan, awal mula penanganann stunting di tahun 2024. Prosesnya saat itu, dimulai dengan pemutakhiran data bagi anak balita yang berisiko stunting yang dilakukan di 620 Posyandu.

“Kami lakukan intervensi. Kemudian mendapat dukungan anggaran Rp700 juta lebih dari Baznas Bulukumba. Dibantu dana mandatori dari Dinas Kesehatan Bulukumba sebesar Rp3 Miliar lebih,” ujarnya.

“Setelah dilakukan pemutakhiran data periode ketiga di seluruh Posyandu, kami cari balita berisiko stunting. Kami dapat 295 anak balita berisiko stunting. Kami akan beri makanan tambahan dengan harga Rp16 ribu per hari selama 90 hari. Mari sama-sama menuju zero stunting,” sambung Rizal.

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan, penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang dilakukan secara kolaboratif.

Ia menegaskan, tanpa kolaborasi yang baik, maka Bulukumba zero stunting sulit diwujudkan.

“Kita harus malu dengan angka stunting yang sangat tinggi. Kalau kita malu, mari sama-sama kerjakan. Harta kita tidak akan berkurang karena membantu orang yang susah. Harus kita tanamkan, kita diberi berkah Allah SWT, maka kita harus berbagi,” ungkap Andi Utta, sapaa akran Andi Muchtar Ali Yusuf.

Bupati berlatar belakang pengusaha ini, lebih jauh menyampaikan pentingnya penanganan stunting dengan kolaborasi semua pihak, terutama adanya bapak angkat yang telah dibentuk di tahun 2023 lalu.

Ia pun mengajak semua elemen untuk tetap peduli dalam pencegahan dan penanganan stunting.

“Jadi kita semua sama-sama bertanggung jawab. Saya apresiasi semua pihak yang bekerja maksimal dalam menurunkan angka stunting, termasuk CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan,” jelas Andi Utta.

Diketahui launching Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) rencananya akan dillakukan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi di Kelurahan Ela Ela Kecamatan Ujungbulu, Rabu (18/6/2025). (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top