search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Aliansi Anak Adat Rante Balla Demo Masmindo, Tuntut Ganti Rugi Lahan dan Pemberdayaan Warga Lokal

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 09 Agustus 2025 13:07
DEMO. Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Anak Adat Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, menutup total jalan menuju PT Masmindo Dwi Area (MDA), Jumat (8/8/2025). foto: istimewa
DEMO. Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Anak Adat Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, menutup total jalan menuju PT Masmindo Dwi Area (MDA), Jumat (8/8/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, LUWU – Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Anak Adat Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, menutup total jalan menuju PT Masmindo Dwi Area (MDA), Jumat (8/8/2025).

Penutupan jalan ini, dilakukan karena Aliansi Anak Adat Rante Balla menilai PT Masmindo belum memenuhi kesepakatan yang telah dilakukan pada 26 Juni 2025 lalu.

“Aksi kita ini menuntut PT Masmindo untuk mentaati kesepakatan yang dilakukan pada tanggal 26 Juni lalu,” kata Wartawan Pasande. Penanggung Jawab Aksi yang juga selaku Pemangku Adat Parengnge Sikapa-Rante Balla.

Di dalam kesepakatan itu, lanjut Wartawan Pasande, ada dua kesepakatan yang dibangun, yakni terkait pembayaran lahan warga dan perekrutan tenaga kerja.

“Banyak tanah yang sudah dilakukan pembayaran kompensasi PT Masmindo, itu diduga kuat palsu. Tidak berdasar data kepemilikan tanah tahun 1995-1996,” katanya.

Selain itu, kata Wartawan Pasande, pihak perusahaan selama ini tidak mengakomodir para pemuda masyarakat adat dalam perekrutan tenaga kerja.

“Banyak anak-anak muda di sini yang tidak diberdayakan perusahaan. Padahal, mereka ini adalah benar-benar warga lokal, tapi yang diberdayakan malah orang dari luar,” jelasnya.

Aliansi Anak Adat Rante Balla, juga menuntut kepada perusahaan untuk memecat karyawan yang dinilai menjadi mafia tenaga kerja di PT Masmindo.

“Coba diperiksa datanya, kebanyakan yang direkrut hanya bermodal surat keterangan domisili dan banyak yang bukan merupakan turunan dari Desa Rante Balla,” sebutnya.

Sekitar satu jam aksi menutup jalan, akhirnya pihak PT Masmindo mendatangi para pendemo dan siap melakukan negosiasi dengan massa aksi.

Di hadapan massa aksi, pihak PT. Masmindo mengatakan terkait aksi hari ini, pihaknya menyebut ada komunikasi yang terputus dan berjanji menyelesaikan persoalan ini.

“Kami siap menerima para perwakilan dari Aliansi Anak Adat Rante Balla, untuk mendiskusikan detail dari apa yang akan kita sepakati,” kata Deamone Yusuf, CDA Manager PT Masmindo.

Usai pertemuan yang digelar sekitar dua jam, akhirnya PT Masmindo dengan perwakilan Aliansi Anak Adat Rante Balla menemukan kesepakatan.

“Kita tadi telah bertemu dan telah menemui kesepakatan dengan pihak PT Masmindo, tinggal realisasinya yang kita tunggu,” kata Putra Rante, salah satu perwakilan Anak Adat Rante Balla.

Putra menyebut, pihaknya akan sabar menunggu realisasi kesepakatan yang telah dibangun dengan PT Masmindo.

“Tapi catatannya, kita tidak mau lagi seperti beberapa waktu lalu di mana realsisasi yang kita tunggu tidak kunjung terlaksana. Kami sabar, tapi kalau ternyata kesepakatan itu dilanggar, maka kami akan betul-betul akan menutup jalan ini secara permanen,” tegasnya.

Akibat aksi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WITA ini, sejumlah kendaraan yang akan masuk maupun akan keluar dari PT Masmindo, itu tertahan.

Sejumlah karyawan PT Masmindo yang akan berangkat bekerja maupun yang ingin pulang, juga tidak diperbolehkan masuk ke area tambang PT Masmindo.

Pagar yang memalang jalan akhirnya dibuka sekira pukul 18.00 WITA, seusai kedua belah pihak menemui kesepakatan.

Aksi yang berlangsung damai ini, turut mendapat pengamanan dari pihak aparat Koramil Belopa dan Polres Luwu. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top