search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wali Kota Makassar: Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 09 Agustus 2025 10:00
JUMAT BERSIH. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung pada Jumat Bersih di saluran sekunder perbatasan Kecamatan Wajo dan Kecamatan Bontoala, serta di Jl Satangnga, Kelurahan Ende, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Jumat (8/8/2025). foto: istimewa
JUMAT BERSIH. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung pada Jumat Bersih di saluran sekunder perbatasan Kecamatan Wajo dan Kecamatan Bontoala, serta di Jl Satangnga, Kelurahan Ende, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Jumat (8/8/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan, kebersihan bukan sekadar aktivitas seremonial, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga secara konsisten oleh seluruh elemen masyarakat, bukan hanya saat kegiatan Jumat Bersih atau ketika pejabat hadir di lapangan.

Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung kegiatan Jumat Bersih di saluran sekunder perbatasan Kecamatan Wajo dan Kecamatan Bontoala, serta di Jl Satangnga, Kelurahan Ende, Kecamatan Wajo, Kota Makassar, Jumat (8/8/2025).

Lokasi tersebut menjadi perhatian lantaran kerap mengalami penyumbatan saat musim hujan tiba.

“Pembersihan jangan hanya dilakukan saat Jumat Bersih, atau hanya saat ada wali kota dan wakil wali kota datang. Ini tidak boleh terjadi. Kebersihan harus menjadi budaya sehari-hari,” tegas Wali Kota Munafri, yang akrab disapa Appi, saat meninjau lokasi tersebut.

Dalam kesempatan ini, Appi juga menyampaikan, apresiasi atas kolaborasi dua kecamatan bersama warga dalam membersihkan saluran drainase sekunder yang selama ini kurang tersentuh.

Ia menyebut, sinergi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan penanganan persoalan lingkungan.

“Kerja sama kolaborasi ini memang diperlukan. Tidak ada yang bisa jalan sendiri. Kalau kita kerjakan sama-sama, hasilnya pasti lebih maksimal. Inilah yang kita lihat hari ini,” imbuh Appi.

Lebih lanjut, Wali Kota Makassar ini, menekankan, konsep kebersihan yang diusung Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak hanya berhenti pada pembersihan, tetapi menyasar manajemen sampah berkelanjutan yang akan diterapkan hingga ke tingkat RT/RW.

“Kebersihan tak hanya jadi urusan pemerintah, tetapi menjadi urusan seluruh masyarakat. Sampah bukan musuh, tapi bisa jadi sumber pendapatan keluarga,” katanya.

Politisi Golkar ini, mengungkapkan, Pemkot Makassar akan meluncurkan program pemilahan sampah rumah tangga hingga skala mikro di level RT dan RW.

Setiap wilayah akan diminta mengelola sampah secara mandiri, termasuk mendorong praktik seperti komposter, biopori, eco-enzym, hingga budidaya maggot.

“Akan ada reward besar bagi rumah tangga yang berhasil mencapai status ‘zero waste’ atau tidak menghasilkan sampah. Beberapa rumah di Makassar sudah menerapkannya,” ungkap Appi.

Program ini, lanjut Appi, akan diintegrasikan dengan pengembangan pertanian lahan sempit atau urban farming untuk mendukung ketahanan pangan dan menambah penghasilan rumah tangga di kota.

“Kita ingin ada siklus: dari sampah ke pertanian, dari pertanian ke ekonomi keluarga. Jadi tidak ada yang sia-sia. Semua harus punya nilai,” ujarnya.

Appi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari Satgas Pekerjaan Umum (PU), TNI/Polri, hingga masyarakat.

Menurutnya, tanggung jawab menjaga kebersihan kota bukan hanya milik pemerintah, tetapi seluruh warga kota.

“Kalau lingkungan bersih, yang menikmati hasilnya adalah kita semua,” tutupnya.

Kegiatan Jumat Bersih akan terus digencarkan secara serentak di seluruh wilayah Kota Makassar sebagai gerakan berkelanjutan, bukan sekadar agenda mingguan.

Dengan semangat kolaborasi, Pemkot Makassar berkomitmen menciptakan kota yang bersih, sehat, dan mandiri secara lingkungan serta ekonomi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top