search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Mendiktisaintek Dukung Taruna Ikrar Gagas PoltekPOM, Cetak SDM Tangguh Penjaga Kesehatan Bangsa

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 16 Agustus 2025 12:54
PERTEMUAN. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, melakukan audiensi dengan Mendiktisaintek Brian Yuliarto untuk membahas pendirian Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (PoltekPOM) di Gedung Kampus Center ITB, Bandung, Sabtu (16/8/2025). foto: istimewa
PERTEMUAN. Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, melakukan audiensi dengan Mendiktisaintek Brian Yuliarto untuk membahas pendirian Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (PoltekPOM) di Gedung Kampus Center ITB, Bandung, Sabtu (16/8/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, BANDUNG – Langkah bersejarah kembali diukir Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, melakukan audiensi dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk membahas pendirian Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (PoltekPOM) di Gedung Kampus Center ITB, Bandung, Sabtu (16/8/2025).

Taruna mengatakan, PoltekPOM hadir bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai investasi untuk kehidupan.

Melalui pendidikan vokasi khusus di bidang pengawasan obat, makanan, kosmetik, dan produk kesehatan lainnya, PoltekPOM digagas untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) tangguh, berintegritas, dan siap menjaga kesehatan masyarakat.

“Pengawasan obat dan makanan bukan hanya soal regulasi, tapi soal nyawa manusia dan masa depan bangsa. Karena itu, SDM yang mumpuni dan berkarakter kuat adalah syarat mutlak,” ujar Taruna dengan penuh ketegasan sekaligus kehangatan.

Dalam audiensi tersebut, Mendiktisaintek Brian menyampaikan dukungan penuh terhadap gagasan besar ini.

Menurutnya, dunia pendidikan harus hadir menjawab kebutuhan nyata bangsa. Kehadiran PoltekPOM menjadi bukti sains dan teknologi berpadu dengan kemanusiaan, membentuk generasi baru pengawas obat dan makanan yang bukan hanya ahli, tapi juga peduli.

Pendirian PoltekPOM juga mendapat dukungan finansial dari Asian Development Bank (ADB) dengan alokasi Rp1,27 triliun, bagian dari total Rp5,92 triliun program ‘Bolstering Product Oversight and Market Regulation of Food and Drugs Project’.

Dukungan ini akan memperkuat laboratorium, memperluas digitalisasi, serta memastikan pendidikan vokasi berjalan modern dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar institusi, PoltekPOM juga mengandung nilai kebangsaan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel telah menghibahkan lahan seluas 10 hektare di Kabupaten Maros untuk menjadi pusat pendidikan vokasi ini. Dari tanah Maros, harapan besar dipancarkan: lahirnya generasi pengawas obat dan makanan yang akan menjaga kedaulatan kesehatan Indonesia.

“PoltekPOM adalah persembahan untuk rakyat. Lulusan yang lahir dari sini akan menjadi penjaga garis depan, memastikan setiap obat, makanan, dan produk kesehatan yang dikonsumsi masyarakat adalah aman, bermutu, dan menyehatkan,” jelas Taruna.

Pertemuan ini menegaskan sinergi antara BPOM dan Kemendiktisaintek, dua institusi yang berbeda namun berpadu dalam satu tujuan: melindungi rakyat, membangun bangsa.

Dengan adanya PoltekPOM, Indonesia tidak hanya mencetak tenaga kerja siap pakai, tapi juga melahirkan penjaga kehidupan, insan-insan yang akan menyalakan api pengabdian di bidang pengawasan obat dan makanan.

Pertemuan di Bandung ini bukan sekadar agenda formal, tetapi sebuah momentum emosional sebuah langkah kecil dengan dampak besar untuk masa depan bangsa. Karena pada akhirnya, investasi terbaik adalah investasi untuk kehidupan manusia. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top