search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wali Kota Makassar Gagas Bulan UMKM Perkuat Ekonomi Kerakyatan

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 06 November 2025 21:01
PEMBUKAAN. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, dan Ketua TP PKK Kota Makasar Melinda Aksa membuka Gebyar UMKM Fiesta yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar di Plaza Mall Ratu Indah (MaRI), Rabu (5/11/2025). foto: istimewa
PEMBUKAAN. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, dan Ketua TP PKK Kota Makasar Melinda Aksa membuka Gebyar UMKM Fiesta yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar di Plaza Mall Ratu Indah (MaRI), Rabu (5/11/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Melalui kegiatan Gebyar UMKM Fiesta yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar di Plaza Mall Ratu Indah (MaRI), Rabu (5/11/2025), Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan, pemerintah hadir secara nyata untuk mendorong UMKM naik kelas melalui dukungan regulasi, pendampingan, dan akses permodalan yang berkelanjutan.

“Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar atas pelaksanaan kegiatan Gebyar UMKM Fiesta dalam rangka menyambut HUT Kota Makassar ke-418,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi dan perhatian Pemkot Makassar terhadap penguatan pelaku UMKM yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi daerah.

“Ini adalah bagian dari proses kolaborasi dan perhatian pemerintah terhadap UMKM yang ada di kota ini,” jelas Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin.

Ia menegaskan, UMKM memiliki peran sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi, terutama di saat sektor industri mengalami pasang surut.

UMKM selalu mampu bertahan dan menjadi penggerak di berbagai sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“UMKM ini selalu menjadi motor penggerak ekonomi. Di saat industri besar mengalami pasang surut, UMKM justru mampu bertahan dengan kemampuannya menggerakkan sektor-sektor ekonomi di berbagai tempat dan waktu,” lanjutnya.

Lanjut mantan Bos PSM Makassar ini, Kota Makassar kini membutuhkan regulasi yang kuat agar UMKM dapat naik kelas dan mampu menembus pasar ekspor.

Menurutnya, capaian ekspor adalah indikator bahwa tata kelola UMKM sudah sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SOP) yang baik.

Menurutnya, ujung dari UMKM ini adalah ekspor. Artinya, ketika UMKM kita bisa menembus pasar ekspor, berarti pengelolaannya sudah sesuai standar operasional.

“Karena itu, sertifikasi menjadi hal penting, terutama bagi UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya sertifikasi laik higienis dan sanitasi bagi pelaku UMKM makanan dan minuman.

Hal ini menjadi kunci untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.

Minimal setiap pengusaha makanan dan minuman harus memiliki sertifikat laik higienis dan sanitasi.

“Ini penting untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan sehat, bersih, dan aman dikonsumsi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Appi juga mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat jejaring UMKM dan memperluas akses permodalan.

Ia menegaskan, pemerintah harus hadir mendampingi pelaku usaha agar mereka dapat tumbuh dan berdaya.

“Kita mau mengajak UMKM untuk terus berkolaborasi, membangun jejaring yang kuat, dan mengakses permodalan dengan mudah. Pemerintah harus hadir di tengah persoalan mereka,” jelasnya.

Appi meminta Dinas Koperasi untuk memperhatikan akses perbankan dan permodalan bagi UMKM, sebab perputaran modal merupakan jantung keberlangsungan usaha.

Pendampingan juga perlu diperkuat, tidak hanya dalam hal sertifikasi, tetapi juga dalam pengelolaan keuangan.

“Pendampingan sangat penting. Tidak hanya soal produk, tapi juga sistem keuangan agar mereka bisa menata alur kas dengan baik dan memastikan adanya progres usaha yang bisa diukur,” katanya.

Appi juga menekankan pentingnya insentif bagi pelaku UMKM sebagai bentuk stimulus dari pemerintah agar mereka dapat bertahan dan terus berkembang.

Selain itu, ia menegaskan, ketersediaan bahan baku menjadi faktor penting yang harus dijamin oleh pemerintah daerah.

“Pemberian insentif ini penting untuk memberikan stimulus kepada para pelaku UMKM agar bisa bertahan dan menggerakkan ekonomi kerakyatan di lingkungannya,” tutur Appi.

Wali kota mencontohkan hasil pertemuannya dengan pejabat Dinas Perdagangan DKI Jakarta, yang menyampaikan kebutuhan bahan baku lokal asal Makassar, seperti Markisa Tiara.

Namun, ia menyayangkan produksi komoditas tersebut, tidak berkelanjutan akibat hambatan bahan baku. Ini harus jadi perhatian.

“Kontinuitas bahan baku sangat penting untuk memastikan keberlanjutan produk kita. Jangan sampai usaha bagus tapi terhenti karena bahan baku tidak tersedia,” ungkapnya.

Selain kualitas produk, Appi menilai, kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing produk UMKM.

Menurutnya, kemasan yang menarik akan menjadi nilai tambah dalam memasarkan produk ke masyarakat luas.

“Kemasan ini sangat penting karena memberi daya tarik tersendiri. Produk yang bagus tapi kemasannya tidak menarik akan sulit bersaing,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap, kegiatan seperti Gebyar UMKM Fiesta tidak hanya menjadi ajang pameran dan penjualan produk, tetapi juga wadah pelatihan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya pameran dan jualan, tetapi juga diisi dengan pelatihan-pelatihan bagi pelaku UMKM,” harapnya.

Menutup sambutannya, Appi menyampaikan gagasan agar ke depan kegiatan UMKM di Makassar tidak hanya berlangsung dua hari, tetapi dapat menjadi ‘Bulan UMKM’ yang digelar selama beberapa minggu penuh.

“Kalau hanya dua hari, modal yang dikeluarkan pelaku UMKM tidak sebanding dengan hasilnya. Saya berharap tahun depan kita bisa laksanakan minimal dua minggu, bahkan sebulan penuh menjadi Bulan UMKM di Kota Makassar,” usulnya.

Ia juga meminta agar pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan seluruh stakeholder dan mitra bisnis, agar tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi bisa menjadi agenda kolaboratif yang menarik minat banyak pihak.

“Kalau konsepnya menarik, pasti banyak mitra bisnis yang ingin berpartisipasi. Tapi kalau biasa-biasa saja, ini hanya akan menguras APBD tanpa daya tarik yang cukup,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Appi menegaskan, komitmen Pemkot Makassar untuk terus mendorong UMKM naik kelas, memperkuat daya saing, dan menjadikan sektor ini sebagai pilar utama ekonomi rakyat.

“Saya berharap, kegiatan seperti Gebyar UMKM Fiesta dapat menjadi embrio pengembangan UMKM yang berkelanjutan dan menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat Makassar,” tutup Appi.

Sedangkan, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan, kegiatan Gebyar UMKM Fiesta 2025 bukan sekadar ajang pameran produk lokal.

Akan tetapi, melainkan gerakan bersama untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan pelaku usaha kecil.

“Gebyar UMKM Fiesta 2025 bukan sekadar event pameran, tetapi sebuah gerakan bersama untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui kolaborasi dan inovasi,” ujar Aliyah.

Ia menegaskan, keberadaan UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung ekonomi daerah, terutama dalam menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi global.

Melalui kegiatan ini, kata Aliyah, Pemkot Makassar ingin menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal mampu bersaing dan tumbuh melalui kreativitas serta semangat gotong royong.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah, dan hari ini kita membuktikan bahwa Makassar tidak hanya siap bersaing, tetapi juga mampu tumbuh lewat kreativitas dan gotong royong,” lanjutnya.

Aliyah menjelaskan, Pemkot Makassar berkomitmen menghadirkan berbagai program pendampingan dan fasilitasi untuk membantu pelaku UMKM naik kelas.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

“Melalui Gebyar UMKM Fiesta 2025, kami ingin membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas, berjejaring, dan menjadi bagian dari transformasi ekonomi kota yang inklusif,” tambahnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi momentum bagi UMKM untuk tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga meningkatkan kualitas usaha, memperkuat jejaring antar pelaku, serta mengoptimalkan inovasi agar mampu menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

Aliyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM yang terus berjuang menjaga geliat ekonomi kota.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga semangat kolaborasi agar Makassar semakin tangguh sebagai kota yang kreatif, produktif, dan berdaya saing.

“Mari kita terus jadikan UMKM sebagai bagian dari gerakan ekonomi rakyat yang kuat dan berkelanjutan. Karena dari UMKM-lah, kemandirian ekonomi daerah bisa benar-benar terwujud,” pungkasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top