search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wali Kota Makassar Tegaskan Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Interaksi Sosial

Resmikan Renovasi Masjid Nurul Mu’jizat Kpmpleks Kejaksaan
doelbeckz - Pluz.id Jumat, 19 Desember 2025 23:47
PEMBANGUNAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Mu’jizat di Kompleks Kejaksaan Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (19/12/2025). foto: istimewa
PEMBANGUNAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Mu’jizat di Kompleks Kejaksaan Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (19/12/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Nurul Mu’jizat di Kompleks Kejaksaan Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Jumat (19/12/2025).

Turut hadir Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel Didik Farkhan Alisyahdi, Wakil Kajati Sulsel Prihatin, serta dua mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Moh Ramdhan Pomanto.

Wali Kota Munafri menyampaikan peletakan batu pertama Masjid Nurul Mu’jizat ini menjadi awal baru penguatan fungsi masjid yang lebih representatif sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan kebersamaan umat di kawasan Kompleks Kejaksaan dan sekitarnya

Ia lalu menegaskan, masjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga sebagai pusat interaksi sosial dan pembinaan umat.

“Masjid harus menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, menyelesaikan persoalan-persoalan sosial di tengah masyarakat, sekaligus menjadi tempat lahirnya generasi Qur’ani yang akan membawa masa depan yang lebih baik,” ujar Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin.

Ia memastikan Pemkot Makassar akan memberikan dukungan maksimal, khususnya dalam penguatan kegiatan keagamaan dan pembinaan anak-anak agar masjid menjadi pusat pendidikan nilai-nilai Al Qur’an dan akhlak.

Appi juga mengingatkan pentingnya keteladanan pengurus masjid dalam membangun semangat gotong royong, termasuk dalam hal kontribusi dan kepedulian terhadap masjid.

Menurutnya, pengurus harus menjadi contoh dalam menjaga kebersamaan dan rasa memiliki. Selain itu, ia menekankan bahwa kebersihan masjid menjadi indikator utama keberhasilan pengelolaan rumah ibadah.

“Saya selalu melihat keberhasilan pengurus masjid dari kebersihan tempat wudu dan toilet. Kalau dua tempat ini terjaga dengan baik, Insya Allah pengelolaan masjidnya juga akan baik,” tegasnya.

Terakhir, Appi berharap, agar masjid ini kelak menjadi tempat ibadah yang hidup dan penuh keberkahan, serta menjadi lokasi salat berjemaah, termasuk Salat Subuh bersama masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Mu’jizat, Andi Badikorosembeng, menyampaikan, momentum ini menjadi simbol keberlanjutan pembangunan rumah ibadah yang telah melewati lintas kepemimpinan.

Ia mengungkapkan, selama pembangunan masjid, perhatian dan dukungan pemerintah terus mengalir sejak masa kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin, dilanjutkan Moh Ramdhan Pomanto, hingga saat ini di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin.

Andi Badi menyebut, pembangunan dan renovasi masjid juga mendapat kontribusi dari enam Kajati Sulsel yang menjabat pada periode berbeda.

Ia menargetkan, setelah peletakan batu pertama, renovasi masjid tahun ini, akan rampung dalam waktu enam bulan sesuai dengan komitmen bersama.

“Renovasi masjid tahun ini Insyaallah akan selesai sesuai dengan komitmen kita, bahwa renovasi mesjid ini akan selesai dalam jangka waktu enam bulan setelah dimulai,” tegasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top