
PLUZ.ID, BANTAENG – Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (24/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Uji Nurdin secara simbolis melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid pondok pesantren sebagai tanda dimulainya pembangunan sarana utama pendidikan dan ibadah di lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Uji Nurdin menyampaikan rasa syukur atas berdirinya Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga.
Ia menegaskan, kehadiran pesantren ini menjadi sesuatu yang sangat spesial mengingat selama ini Kecamatan Ulu Ere belum memiliki pondok pesantren.
“Ini adalah bentuk kesyukuran kita semua karena akhirnya di Bonto Tangnga dapat berdiri pondok pesantren. Selama ini anak-anak kita harus mondok ke daerah Banyorang atau Tompobulu padahal Bonto Tangnga memiliki keindahan alam dan suasana yang sejuk serta sangat mendukung proses pendidikan para santri,” ujarnya.
Ia berharap, ke depan Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga dapat menjadi pusat pendidikan keagamaan yang diminati masyarakat, khususnya di Kecamatan Ulu Ere sehingga semakin banyak generasi muda yang mendapatkan pendidikan agama tanpa harus keluar daerah.
Sementara, Ketua Yayasan As’adiyah Bonto Tangnga, Nusyam, dalam sambutannya menyampaikan, pesantren ini dirintis dari rasa keprihatinan sekaligus cinta yang mendalam terhadap masa depan generasi muda di Kecamatan Ulu Ere.
Ia menjelaskan, Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga mendapatkan dukungan penuh dari As’adiyah Pusat di Sengkang sejak awal perintisannya. Pesantren ini resmi dirintis pada 15 Agustus 2025 dengan dukungan wakaf lahan dari para wakif seluas kurang lebih 1 hektare untuk pembangunan kawasan pesantren.
“Walaupun saat ini masih berbentuk Taman Pendidikan Al Qur’an (TPA), dalam kurun waktu empat bulan sejak dibuka sudah tercatat 81 santri yang mendaftar, serta didukung empat orang ustaz dan ustazah yang aktif mengajar,” ungkapnya.
Kegiatan peletakan batu pertama ini, diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu dan berdaya saing di Kabupaten Bantaeng.
Acara tersebut turut dihadiri Pengurus Pusat As’adiyah Sengkang
Gurutta Andi hasbi Gani. (***)