
PLUZ.ID, MAKASSAR – Momentum Halalbihalal dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk memperkuat sinergi strategis dengan sektor jasa keuangan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Jufri Rahman saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulsel dan Sulbar di Makassar, Kamis (9/4/2026).
Dalam sambutannya, Jufri menekankan, Halalbhalal bukan sekedar tradisi tahunan, melainkan ruang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah antara pemerintah daerah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan sektor jasa keuangan.
“Kami memandang bahwa kolaborasi ini sangat penting, terutama dalam mendorong penguatan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai syariah,” kata Jufri.
Ia menyebut, Sulsel memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, mulai dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), industri halal, hingga ekosistem keuangan syariah yang terus berkembang.
“Karena itu, masih dalam nuansa Syawal, atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya mengucapkan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga ibadah kita selama bulan Ramadan diterima oleh Allah SWT dan membawa kita menjadi pribadi yang lebih berintegritas dan profesional,” ucapnya.
Jufri juga memberikan apresiasi kepada OJK Provinsi Sulselbar atas inisiasi kegiatan tersebut.
Ia menilai, OJK tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga mitra strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Kolaborasi yang selama ini terjalin telah menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan yang tetap tangguh di tengah dinamika global,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan, target pembangunan daerah tidak akan tercapai tanpa dukungan sektor jasa keuangan yang sehat dan inklusif.
Secara khusus, ia menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Sulsel, mengingat besarnya potensi daerah dengan mayoritas penduduk Muslim dan budaya dagang yang kuat.
“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi langkah OJK Sulselbar yang terus mendorong akselerasi ini. Kita ingin masyarakat Sulsel tidak hanya memiliki akses, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan berbasis syariah,” ujarnya.
Pemprov Sulsel berkomitmen untuk terus mendukung langkah strategis OJK, khususnya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, memperkuat UMKM melalui akses pembiayaan, serta mempercepat pengembangan ekonomi syariah.
Di akhir sambutannya, Jufri mengajak seluruh pihak menjadikan momentum Halalbihalal sebagai penguat kebersamaan dan kolaborasi dalam mendorong kemajuan daerah.
“Kalau boleh jujur, jika semua sektor kompak seperti suasana Halal Bihalal hari ini, target pembangunan kita bisa tercapai lebih cepat tanpa harus menunggu momentum berikutnya,” tuturnya.
Sementara, Kepala OJK Sulselbar, Moch Muchlasin, menyampaikan, OJK tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Maka, kami melihat sinergi dan kerja sama dalam bentuk pertemuan dan silaturahmi antara pemerintah daerah, regulator, serta industri jasa keuangan menjadi sangat penting,” ucapnya.
Ia menyebut, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Askrindo, bank Himbara, asuransi, hingga lembaga penjaminan, menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem keuangan daerah.
Ia juga menegaskan, berbagai kegiatan edukasi keuangan terus dilakukan, termasuk melalui program Gerak Syariah (Gebyar Ramadan Keuangan Syariah) 2026.
Menurutnya, sebanyak 98 kegiatan telah dilaksanakan dengan menjangkau 903.560 peserta, baik secara tatap muka maupun melalui media sosial. (***)