search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Vale, Pemkab Morowali, dan Masyarakat Luncurkan Desa Wisata Unsongi

Kolaborasi untuk Kemajuan Desa
doelbeckz - Pluz.id Senin, 10 Agustus 2026 20:22
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MOROWALI – Pembangunan desa yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Berangkat dari semangat tersebut, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dan Pemerintah Desa Unsongi meluncurkan Desa Wisata Unsongi yang dirangkaikan dengan edukasi pengelolaan sampah (waste management) melalui booth interaktif.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi multipihak dalam mengoptimalkan potensi lokal sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan desa tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber daya dan kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Unsongi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah ini, dihadiri perwakilan manajemen PT Vale Indonesia Tbk, Pemkab Morowali, pemerintah kecamatan dan desa setempat, tokoh masyarakat, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pelajar, serta warga Desa Unsongi.

Desa Unsongi dipilih sebagai lokasi pengembangan desa wisata karena memiliki potensi alam dan budaya yang menjanjikan.

Lanskap alam yang masih asri, tradisi tenun lokal yang tetap lestari, serta beragam kearifan budaya yang masih terjaga menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

Melihat potensi tersebut, Pemkab Morowali, Pemerintah Desa Unsongi, dan PT Vale bersepakat untuk mendorong pengembangan desa wisata yang mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat setempat.

Peluncuran Desa Wisata Unsongi tidak hanya menandai hadirnya destinasi wisata baru di Morowali, tetapi juga mencerminkan komitmen bersama dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah berperan dalam memberikan dukungan kebijakan serta penguatan sektor pariwisata, pemerintah desa menjadi motor penggerak di tingkat lokal, sementara PT Vale menghadirkan dukungan melalui program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kapasitas, dan pendampingan berkelanjutan.

Community Development Officer IGP Morowali, Salwa, mengatakan, keberhasilan pengembangan desa wisata hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan.

“Bagi kami, pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Keduanya harus berjalan beriringan karena pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh dari lingkungan yang terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Desa Wisata Unsongi merupakan contoh bagaimana kolaborasi dapat menjadi penggerak pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Pengembangan Desa Wisata Unsongi merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan PT Vale. Kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.

Program Desa Wisata Unsongi mengusung konsep Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas, yaitu model pengelolaan wisata yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengembangan dan pengelolaan destinasi.

Melalui pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktor utama yang mengelola, mengembangkan, dan menjaga keberlanjutan kawasan wisata.

Pengembangan desa wisata mencakup penataan destinasi, peningkatan kapasitas pengelola melalui pelatihan pemandu wisata dan manajemen homestay, serta penguatan promosi produk UMKM lokal seperti kain tenun dan kuliner khas desa sebagai bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.

Sebagai bagian dari upaya membangun desa wisata yang berkelanjutan, PT Vale juga menghadirkan booth edukasi pengelolaan sampah yang menyasar masyarakat, pelajar, dan pengunjung kegiatan.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisata yang berpotensi menambah volume sampah di masa mendatang.

Booth edukasi menghadirkan berbagai materi dan aktivitas interaktif, mulai dari edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemahaman mengenai dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan, hingga demonstrasi pengolahan sampah organik menjadi kompos dan produk daur ulang bernilai ekonomi.

Peserta juga diajak mengikuti sesi tanya jawab, permainan edukatif, serta praktik sederhana yang bertujuan membangun kebiasaan pengelolaan sampah sejak dini. Antusiasme masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar, terlihat selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Melalui peluncuran Desa Wisata Unsongi dan edukasi pengelolaan sampah ini, PT Vale, Pemerintah Kabupaten Morowali, dan Pemerintah Desa Unsongi menunjukkan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan dapat terwujud melalui kerja sama yang saling menguatkan.

Pengembangan ekonomi lokal, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan bukanlah agenda yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari satu ekosistem pembangunan yang harus dijalankan secara bersama-sama.

Ke depan, sinergi yang telah terbangun ini diharapkan dapat menjadikan Desa Unsongi sebagai model pengembangan desa wisata berbasis kolaborasi di Morowali, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan juga berharap kerjasama ini dapat terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan, pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas masyarakat, serta edukasi lingkungan yang lebih luas di masa mendatang. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top