search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Aira Azzahra Rasjid Raih Perak IAPhO 2026

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 01 September 2026 15:18
Aira Azzahra Rasjid. foto: istinewa
Aira Azzahra Rasjid. foto: istinewa

PLUZ.ID, BANDUNG – Penguasaan sains terapan dan ketajaman nalar metodologis kembali mengantarkan delegasi pelajar Indonesia mencatatkan prestasi gemilang pada skala global.

Aira Azzahra Rasjid, peserta didik kelas XII.A Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar, berhasil meraih Medali Perak (Silver Medal) dalam ajang bergengsi International Applied Physics Olympiad (IAPhO) 2026 di Bandung, 27-30 Agustus 2026.

IAPhO 2026 yang diinisiasi Indonesian Scientific Society (ISS) menghadirkan tantangan komputasi dan analisis ilmiah tingkat lanjut.

Berbeda dengan evaluasi teoretis konvensional, struktur kompetisi ini berfokus pada pemecahan studi kasus riil (case-based problem solving).

Para finalis dituntut mengintegrasikan prinsip-prinsip fundamental fisika, pemodelan matematis, serta interpretasi data eksperimen secara presisi guna merumuskan solusi berbasis rekayasa ilmiah terapan.

Keberhasilan Aira dalam menembus jajaran peraih medali terbaik internasional merefleksikan kematangan nalar analitis, disiplin riset, serta ketahanan kognitif dalam menyelesaikan soal-soal kompleks.

Capaian ini tidak lepas dari ekosistem akademik madrasah yang adaptif dan terstruktur, khususnya melalui supervisi intensif dari Guru Pembimbing Fisika, Laila Magda.

Melalui bimbingan yang menekankan pemahaman konsep mendalam serta penalaran kritis, Aira mampu mengartikulasikan solusi ilmiah secara runtut dan akurat di hadapan dewan juri.

Prestasi ini kian memperkuat posisi MAN 2 Kota Makassar sebagai institusi pendidikan yang progresif dalam inkubasi talenta sains.

Selain raihan perak Aira, delegasi madrasah juga mengukuhkan dominasinya dengan dua medali perunggu yang diraih peserta didik kelas XI SKS, mempertegas efektivitas pembinaan riset ilmiah di lingkungan madrasah.

Pencapaian Aira Azzahra Rasjid pada forum IAPhO 2026 menjadi wujud nyata kontribusi generasi muda dalam memperkaya khazanah sains terapan.

Langkah ini diharapkan terus memantik tradisi riset, publikasi, dan keunggulan akademik yang berkesinambungan di kancah nasional maupun internasional. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top