search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Ilham Arief Sirajuddin Resm Jadi Ketua Golkar, Yakin Kembali Berjaya di Sulsel

doelbeckz - Pluz.id Senin, 26 Oktober 2026 08:19
PELANTIKAN. Ilham Arief Sirajuddin bersama jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2025-2030 resmi dilantik di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Minggu (25/10/2026). foto: istimewa
PELANTIKAN. Ilham Arief Sirajuddin bersama jajaran pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2025-2030 resmi dilantik di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Minggu (25/10/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, tidak sempat menghadiri pelantikan 197 pengurus DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2025-2030 di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Minggu (25/10/2026).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, yang hadir mewakili Bahlil, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran ketua umum. Bahlil disebut berhalangan hadir, karena harus mengikuti rapat bersama Presiden.

“Saya menyampaikan mohon maaf, karena ketua umum tidak bisa hadir. Beliau sangat ingin hadir,, tapi Pak Ketum harus rapat dengan Bapak Presiden,” ujar Sarmuji.

Meski tidak hadir, Bahlil disebut tetap menaruh harapan besar terhadap kebangkitan Golkar di Sulsel.

Sarmuji mengatakan, ketua umum meyakini Golkar Sulsel akan kembali berjaya di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin.

“Pak Ketum yakin Golkar Sulsel akan kembali berjaya, apalagi ini salah satu provinsi andalan Golkar jadi lumbung suara,” katanya.

Dalam sambutannya, Sarmuji menekankan pentingnya memahami karakter masyarakat dan dinamika politik daerah untuk memperkuat posisi partai.

Menurutnya, Sulsel memiliki sejarah politik yang penting dipelajari sebagai pijakan dalam menentukan strategi meraih dukungan masyarakat.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku pemilih di tengah perkembangan teknologi digital.
Pengurus Golkar harus mampu memanfaatkan ruang digital untuk menjangkau generasi muda yang semakin mengandalkan teknologi dalam mencari informasi dan menentukan pilihan politik.

“Tidak masuk dalam dunia digital, sama saja kita tidak membangun jembatan terhadap masa depan,” tegasnya.

Selain itu, Sarmuji meminta jajaran pengurus memanfaatkan keberagaman latar belakang mereka untuk memperluas jaringan partai.

Pengurus dari kalangan pengusaha, organisasi kemasyarakatan, maupun kelompok sosial lainnya diharapkan menjadi penghubung Golkar dengan konstituen masing-masing.

Ia menilai, kemampuan merangkul berbagai kelompok masyarakat menjadi kekuatan Golkar dalam mempertahankan dukungan politik.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Sarmuji berharap, Golkar Sulsel dapat memperkuat konsolidasi, menyesuaikan strategi dengan perkembangan zaman, serta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu basis utama suara Golkar di Indonesia. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top