Sementara, di sisi lain, Kementerian Kesehatan mencatat 68.000 kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia kumulatif hingga Juni 2020 dengan 100-500 kasus harian. Daerah yang mencatat kasus Covid-19 tertinggi juga memiliki kasus DBD yang tinggi 439 dari 460 kabupaten/kota memiliki kasus Covid-19 yang disebut sebagai infeksi ganda.
Persoalan lain, realisasi pencairan insentif untuk tenaga medis baru 7,80 persen dari dana insentif yang dianggarkan pemerintah sebesar Rp5,6 triliun. Untuk itu, perlu ada upaya akselerasi proses verifikasi pencairan insentif tenaga kesehatan.
Selanjutnya, pihak IDI juga menegaskan, pelonggaran PSBB dinilai terlalu dini karena angka kasus baru saja mencapai puncaknya sementara tes massif saja belum sepenuhnya dilakukan. Hal lain, Kemenkes menetapkan batas tertinggi pemeriksaan rapid test antibodi untuk mendeteksi virus corona (Covid-19) sebesar Rp150.000 yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK. 02.02/I/28755/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi rapid test antibodi.
‘’Namun, belum ada standarisasi harga untuk tes swab yang saat ini harganya cukup mahal dengan besaran yang variatif. Padahal pasar semakin kompetitif, harusnya harganya menjadi lebih murah, jangan sampai tes ini menjadi ladang bisnis. Untuk itu, HET (Harga Eceran Tertinggi) dan tata niaga untuk tes swab juga perlu ditetapkan guna memberikan kepastian harga pada masyarakat,’’ kata Daeng.
Dalam kesempatan ini juga disampaikan keprihatinan terhadap munculnya kasus terbaru, yakni 200 orang Calon Perwira TNI AD di Jawa Barat yang positif Covid-19. Kasus lain, sebanyak 84 tenaga medis yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura, Kota Jayapura diketahui positif terinfeksi selama melayani pasien di RSUD Jayapura Maret hingga Juni 2020.
IDI menilai, kebijakan pemulihan ekonomi, antara lain melalui keputusan menjalankan masa new normal, kerap tidak mengikuti arah pandangan soal kesehatan masyarakat.
“Hal itu seperti pembukan mal-mal, tempat wisata, sekolah, hotel, dan saran hiburan lain (seperti: car free day). Ini dapat menjadikan kasus Covid-19 dapat melonjak dan tidak dapat terkontrol lagi,’’ papar Daeng lagi. (***)