Endro mengatakan, alat berat sempat dikerahkan untuk melakukan pengerukan pasir bercampur lumpur yang menutup jalan dan perumahan warga.
“Buldoser sempat dikerahkan, tapi mundur di tengah jalan, lumpur bercampur pasir sangat tebal,” katanya.
Hingga kini belum ada korban jiwa yang ditemukan. Tapi tetap upaya pencarian korban terus dilakukan. Berbeda di Kecamatan Masamba, beberapa korban jiwa sudah ditemukan.
Sementara, kerugian berupa harga benda ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban lainnya masih terus dilakukan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun telah melakukan evakuasi. Evakuasi mandiri juga dilakukan sebagian warga yang terdampak.
“Sebagian masyarakat telah mengungsi untuk menyelamatkan diri masing-masing bersama keluarganya,” kata Muslim Mukhtar, Kepala BPBD Luwu Utara, kepada wartawan, Senin (13/7/2020).